Berbatov mengundang komparasi dengan Cantona lantaran sikapnya di luar lapangan yang perlente dan stylish, sentuhan bolanya yang sulit, terampil dalam penyelesaian akhir, dan kelakuannya secara umum.
Menyadari dirinya dikait-kaitkan dengan bintang legendaris Prancis itu, Berbatov meminta melalui harian Telegraph agar hal tersebut dihentikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbatov juga menepis sangkaan sebagian orang bahwa dirinya tipikal pemain egois. "Aku tidak bermain untuk diriku sendiri. Aku bermain untuk tim," sergahnya.
Mantan pemain Bayer Leverkusen dan Tottenham Hotspur ini sudah mulai menemukan dinamikanya di Old Trafford. Sejauh ini ia sudah mengemas enam gol, termasuk satu gol saat MU menang 5-0 atas Stoke City hari Sabtu lalu.
Tentang keputusannya meninggalkan Spurs, yang mana ia sampai dicap pengkhianat dan tidak profesional, Berbatov memberi penjelasan. Boleh jadi dalam hal ini ia "egois" karena ingin memiliki karir pribadi yang lebih baik.
"Anda punya 75 ribu orang yang mendukung Anda di setiap pertandingan, pelatih tersukses di dunia, dan pemain-pemain terbaik di dunia."
Dia menyimpulkan, "Apa lagi yang ingin Anda coba dapatkan dan tingkatkan? Di usia 27 tahun, aku sudah berada di tahap akhir pengembangan diri sebagai seorang pemain, dan bisa melakukannya dengan tim ini adalah fantastis."
(a2s/arp)











































