Arsene Wenger pastinya punya banyak pertimbangan saat memutuskan menunjuk Fabregas sebagai suksesor William Gallas untuk menyandang ban kapten. Mungkin Wenger adalah salah satu pelatih yang punya paham kalau penyandang ban kapten bukan cuma soal pengalaman dan usia matang.
Bayangkan, pada 4 Mei lalu Cesc baru merayakan ulang tahunnya yang ke-21. Usia yang masih sangat muda utuk bisa diserahi jabatan sebagai pemimpin sekaligus tangan kanan sang pelatih di atas lapangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilihat dari trek rekornya, penunjukkan Fabregas bisa jadi sangat beralasan. Soal skill dia jelas punya nilai di atas rata-rata, tapi selain itu pemuda jebolan sekolah sepakbola Barcelona itu punya kesan santun dan jauh dari kehidupan hingar bingar yang membuatnya sering masuk halaman gosip.
Wenger mungkin juga mengharapkan aksi "balas budi" dari Fabregas dalam penunjukannya sebagai kapten baru. Direkrut saat masih berusia 16 tahun, Cesc memang berutang besar pada 'Si Profesor' atas sukses besar yang dia dapat saat ini.
Dengan "politik balas budi" tersebut, Wenger rasanya tak perlu khawatir lagi akan ada insiden seperti yang terjadi pada Gallas pekan kemarin.
Soal jabatan baru tersebut, Fabregas juga terlihat antusias sekaligus optimis saat menerimanya. Harapan tinggi memaksimalkan potensi muda Arsenal akan jadi misi utamanya.
"Saya tahu ini sebuah tanggung jawab yang besar tapi bersama rekan-rekan saya tahu kalau kami semangat dan komitmen kembali ke jalur kemenangan dan memaksimalkan potensi yang kami miliki," pungkas gelandang serang berkebangsaan Spanyol itu.
Yang jelas tugas Fabregas sebagai kapten tak akan mudah karena Arsenal kini tengah dirundung berbagai masalah terkait apa yang disampaikan Gallas pada khalayak banyak. Tapi mungkin justru dari kondisi ini pencetak 15 gol dari 149 laga ini bakal makin matang dan menjadi ikon baru Emirates Stadium. Seperti yang sebelumnya dilakukan Patrick Vieira dan Thierry Henry.
Selamat bertugas, Kapten Cesc.. (din/arp)











































