Adalah Emmanuel Petit yang berpendapat demikian, menyusul hilangnya kepercayaan Arsene Wenger pada Gallas, sehingga manajer Arsenal itu memindahkan ban kapten timnya dari bek berusia 31 tahun itu kepada pemuda berumur 21 tahun bernama Cesc Fabregas.
Menurut Petit, Gallas adalah korban pemberitaan media-media di Inggris. Wenger kecewa berat pada Gallas karena ia mengkritik rekan-rekannya sendiri pasca kekalahan 0-3 dari Manchester City akhir pekan lalu, dan kritikan itu diutarakannya kepada pers.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pers Inggris yang menyebalkan itu melakukan pekerjaannya yang baik. Mereka pasti senang kalau bisa memukul seorang pemain Prancis. Saya tahu betul itu," cetus Petit kepada L'Equipe TV, yang dilansir Soccernet.
"Mereka pernah melakukannya pada beberapa pemain Prancis seperti Eric Cantona. Sudah satu tahun mereka mencoba membuang Gallas dari Arsenal. Mengapa? Saya tak tahu."
Petit, yang adalah anggota Arsenal saat memenangi gelar ganda di tahun 1998, juga memandang bahwa klub London utara itu sudah tak punya peluang besar untuk menjadi juara di musim ini. Dan menghukum Gallas tidak akan memperbaiki peruntungan mereka.
Ditambahkan Petit, performa medioker Arsenal saat ini bukanlah karena keburukan satu pemain (baca: Gallas). Saat ini banyak pemain yang dinilai belum keluar permainan terbaiknya, sehingga dari 15 pertandingan tim sekelas Arsenal sudah menelan lima kekalahan.
(a2s/key)











































