Perumpaan itu dilontarkanΒ manajer Arsenal, Arsene Wenger, mengacu pada kondisi serupa yang pernah dialami timnya, ketika The Gunners menorehkan rekor 49 pertandingan tanpa kalah di tahun 2003-2004.
Nah, Chelsea juga sempat membukukan rekor tak terkalahkan dalam 87 partai berturut-turut di kandang sendiri, dan rekor itu baru berhenti setelah Frank Lampard dkk ditundukkan Liverpool 0-1 di bulan Oktober.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karisma seperti ini datang ketika Anda punya sebuah rekor panjang, lalu kalah. Mereka (Chelsea) sedang di atas. Mereka seperti berada di Mount Everest (puncak gunung Himalaya), lalu mereka jatuh."
"Anda menyuruh mereka untuk naik dan mendaki lagi, dan kadang-kadang mereka tak ingin melakukannya," tambah pria Prancis yang dijuluki "Profesor" itu seperti dikutip dari The Sun.
Chelsea hanya menang satu kali dari lima pertandingan terakhirnya di semua kompetisi. Dan yang menarik, sang arsitek Luiz Felipe Scolari mengaku tidak tahu persis apa yang sedang terjadi di dalam timnya.
"Entahlah. Latihan normal. Kecapekan pun tidak. Mereka memang memainkan banyak partai yang sulit, tapi tidak sampai keletihan."
"Mereka main Rabu dan Minggu. Recovery berjalan sangat baik dan mereka dalam kondisi yang bagus," tandas pelatih asal Brasil itu.
Soal teknis, satu hal yang disoroti Scolari adalah antisipasi mereka pada bola-bola atas. Ia mencatat, sejak musim lalu Chelsea melakukan beberapa kesalahan dalam menghadapi sepak pojok dan tendangan bebas.
"Sampai sekarang pertahanan kami masih bagus dalam bola-bola atas. Tapi melawan Arsenal kali kalah dari situ. Ini juga sama seperti melawan Bordeaux . Saya akan mencoba dan mulai bekerja lagi minggu ini. Di Inggris, banyak klub memainkan bola-bola panjang dan tinggi, dan kita harus memenangi bola-bola ini."
(a2s/roz)











































