Guru yang dimaksud di sini adalah Sir Alex Ferguson. Sementara sang murid adalah Paul Ince, sang pembesut Rovers. Relasi guru-murid dua orang ini terkait status Ince sebagai salah satu pemain Fergie di skuad MU dalam kurun 1989-1995.
Ince jelas bukan satu-satunya anak didik Fergie yang kemudian mengikuti jejaknya sebagai pelatih. Ada banyak nama yang kemudian muncul, dengan Roy Keane sebagai nama terakhir yang mengorbit sebagai manajer.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kejutan? Itu jelas masih mungkin terjadi karena baru beberapa jam lalu Arsenal diberi pelajaran berharga oleh Burnley. Tapi ada faktor lain yang membuat Fergie akan sangat mudah memetik kemenangan atas Ince: orang Skotlandia itu punya rekor luar biasa jika berhadapan dengan mantan muridnya yang jadi manejer.
Dalam 51 pertandingan menghdapi tim yang dilatih oleh mantan pemainnya, Fergie cuma kalah lima kali. Mark Hughes menjadi pembuktian terakhir kehebatan Fergie saat membawa MU menundukkan Manchester City akhir pekan kemarin.
Sementara dalam 32 pertandingan di Old Trafford menghadapi tim yang dilatih mantan pemainnya, rekor Fergie lebih impresif lagi: 26 kemenangan, empat kali imbang dan cuma menelan dua kekalahan.
"Ya Tuhan, Anda membunuh saya," seru Ince saat disodorkan fakta tersebut seperti diberitakan Guardian. "Alex tak akan menurunkan kekuatan terbaik, tapi tetap saja mereka punya kualitas top. Carlos Tevez berharga 32 juta poundsterling dan dia mungkin akan bermain juga Nani yang berharga 15 juta poundsterling."
Posisi Ince kini dalam tekanan hebat menyusul buruknya performa Rovers. Dalam 10 pertandingan terakhir baru satu kemenangan diraih sementara enam lainnya berakhir dengan kekalahan. Posisi pelatih 41 tahun itu pun kini tengah dalam ancaman.
Jadwal perempatfinal Piala Carling, Kamis (4/12/2008) dinihari WIB
Manchester United vs Blackburn Rovers
Watford vs Tottenham H (din/roz)











































