Chelsea boleh saja menorehkan rekor fantastis di laga tandang mereka. Namun The Blues pastinya tak bisa mengingkari kalau performa mereka belakangan ini jauh dari memuaskan.
Di kandang sendiri mereka sudah dua kali kalah. Sementara di Liga Champions nasib mereka akan ditentukan midweek ini, hasil buruk malah didapat di Piala Carling setelah ditundukkan klub divisi Championship, Burnley.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Suasana hatinya masih bagus, tapi dia mulai merasakan tekanan. Kami bekerja dalam bisnis yang penuh tekanan dan selalu dituntut untuk mendapat hasil terbaik," ungkap asisten Scolari, Ray Wilkins, seperti diberitakan Eurosport.
Sebelum datang ke Chelsea, Scolari mengecap sukses besar dengan mengantar Brasil menjadi juara Piala Dunia 2002. Bersama Portugal dia juga memberi prestasi tinggi yang membuat Luis Figo cs jadi tim menakutkan di dunia.
Namun sukses di timnas ternyata tak membuat pekerjaan Scolari di level klub menjadi mudah. Meski kini masih memuncaki klasemen bersama Liverpool, tekanan yang dia rasakan semakin besar lantaran cedera pemain dan beberapa hasil mengecewakan yang didapat Frank Lampard cs.
"Saya melihat sedikit kelelahan padanya. Dia ingin menang, dan tekanan itu akan datang saat Anda meletakkan keinginan untuk tetap menang. Itulah dia, seorang perfeksionis," pungkas Wilkins. (din/din)











































