Beberapa waktu lalu Robinho mengingatkan rekan-rekannya bahwa mereka takkan pernah bisa menjadi yang terbaik kalau tak mengubah mentalnya. Ia juga bertekad menjadi pemimpin tim dalam hal itu, sebagaimana ia pernah bermain untuk tim sekelas Real Madrid.
Jika William Gallas langsung dicopot ban kaptennya oleh Arsenal gara-gara mengkritik timnya sendiri, tidak demikian dengan Robinho. Manajer Mark Hughes malah mengiyakan penilaian bintang Brasil itu, juga beberapa rekannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia merasakan pengalaman yang sama saat membela Rangers di Skotlandia dan PSV Eindhoven di Belanda. Di dua klub tersebut, fans takkan puas jika Rangers mengalami kesulitan saat menghadapi Celtic, atau PSV kehilangan titel liga dengan selisih satu poin saja.
"Memang sikap seperti itulah yang Anda inginkan. Pola pikir seperti itu akan melahirkan kepercayaan diri dan itulah yang dimaui semua pemain City. Kami tak mau jadi nomor dua. Kami ingin menembus empat besar Premier League dan mulai memenangi piala," tandas Ball.
Komitmen serupa juga dicetuskan Vincent Kompany. Defender internasional Belgia itu, yang baru direkrut di musim ini dari SV Hamburg, pada prinsipnya setuju dengan pernyataan Robinho yang dimaksudkan sebagai motivasi itu.
"Filosofiku adalah, jika Anda kalah, Anda harus bekerja lebih keras lagi untuk memastikan hal itu tidak terjadi lagi," tuturnya seperti dilansir The Sun.
"Mungkin kami belum mencapai level konsentrasi seperti tim-tim besar, karena kebanyakan kami pemain muda. Tapi sebelum saya bergabung dengan City, saya diberitahu tentang sesuatu yang sangat istimewa akan terjadi. Semua yang klub katakan sudah terjadi.β
City saat ini masih berada di dekat papan bawah. Mereka menduduki peringkat 14 dengan 18 poin dari 16 pertandingan.
(a2s/key)











































