Dengan berbaju 'Lily Whites', tiga gol dibuat Pavlyuchenko di Liga Primer, dan empat lain dikemas di Piala Carling. Sebagai pemain yang baru tampil di Inggris dan butuh adaptasi, catatan itu sepertinya tak buruk-buruk amat.
Akan tetapi, bukan tak mungkin pula jika Harry Redknapp selaku manajer Spurs mau Pavlyuchenko lebih garang lagi di depan gawang lawan. Kalau memang demikian, dia bisa mengikuti kebiasaan Vladimir Fedotov yang pernah menukangi sang pemain di Spartak Moskow.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi saya harus meneriakinya atau terkadang menamparnya sedikit di muka ... Saya melakukannya dengan cukup lembut meski saya juga bisa memukul kalau diperlukan," sambung dia.
Fedotov yang kini resminya berstatus sebagai direktur sepakbola di Spartak, klub Pavlyuchenko sebelum diboyong Spurs, mengakui kalau penyerang berusia 26 tahun itu punya bakat besar. Tapi kalau moodnya sedang buruk, dia malah jadi bencana besar.
"Kalau tak dalam mood yang tepat, dia jadi bencana besar. Dia jadi bodoh. Saya harap di Inggris mereka memupus kebiasaan buruknya itu. Sangat penting saya melihat hal ini dari dini. Kalau saya tak melihatnya, dia bisa jadi bakal terus berlari-lari di lapangan seperti bocah kecil yang tersasar dan mustahil melakukan apa-apa jika sudah kick-off," demikian Fedotov.
(krs/a2s)











































