Akhir pekan lalu, Cahill muncul sebagai bintang kemenangan bagi The Toffees. Gol tunggalnya pada menit 90--yang diciptakan melalui sundulan setelah masuk dari blind side--membawa everton menaklukkan Manchester City di hadapan pendukung The Citizens.
Gol tersebut tak hanya bermakna sebagai gol kemenangan saja, tetapi juga bagaikan pemecah kebuntuan di tengah cederanya dua striker andalan Everton, Louis Saha dan Aiyegbeni Yakubu. Cahill dianggap sebagai sosok yang pas untuk dijadikan pemimpin serangan bagi pasukan David Moyes itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anda tak pernah tahu apakah ia seorang gelandang atau penyerang. Ketika ia mendapatkan kesempatan seperti ketika melawan City, kami selalu mendukungnya untuk melakukannya," lanjut Yobo.
Cahill didatangkan Everton pada tahun 2004 setelah dinilai bermain bagus bersama Milwall. Sejauh ini, gelandang asal Australia itu sudah tampil 112 kali untuk Everton dan mencetak 32 gol (khusus untuk di Premier League).
Yang membuatnya dihormati oleh rekan-rekannya adalah semangatnya untuk bermain dan memberikannya 100 persen untuk tim. Cahill juga dikenal sebagai pemain yang tak segan bermain di posisi yang bukan kesukaannya.
"Anda harus memberikannya pujian karena ia bermain sendirian di depan. Dia membawa semangat perlawanan melawan City dan itu memengaruhi kami semua. Dia adalah pemain yang hebat dan dia telah menunjukkannya sekali lagi," tandas Yobo.
(roz/din)











































