Wenger menganggap klub-klub di Premiership berlaku tidak adil pada diri mereka. Dia menganalogikannya dengan "besar pasak daripada tiang" dan menyarankan agar klub-klub tersebut agar dapat mandiri.
"Saya berasal dari keluarga petani di sebuah desa kecil di mana saya dididik kalau kamu menerima 100 pound maka kamu tidak boleh menghabiskannya," ujarnya pada The Sun seperti dilansir Goal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Krisis ekonomi global yang terjadi sekarang berdampak pada klub-klub papan atas di Inggris dan membuat mereka lebih hati-hati dalam mengeluarkan dana. Salah satunya adalah Chelsea, klub yang selalu jor-joran dalam pembelian pemain selama empat tahun terakhir, tapi tidak akan ikut serta dalam bursa Januari mendatang.
The Professor menyarankan klub-klub lainnya mengikuti jejak Chelsea untuk mengemat pengeluaran mereka. "Krisis ekonomi akan memaksa banyak klub untuk memikirkan kembali tentang cara mereka menjalankan klub. Sepertinya banyak yang percaya sepakbola berada di atas, jauh dari krisis ekonomi," katanya.
"Sepakbola sangat bersandar pada pasal finansial, sponsorhip, dan hak siar. Ini yang jadi masalah bagi mereka semua. Klub-klub akan terkena imbasnya, gaji akan turun, harga transfer pasti turun dan akan ada ketenangan di sana kecuali untuk Manchester City," pungkasnya.
(arp/din)











































