Kabar akan dijualnya The Hammers sebenarnya sudah mulai terdengar sejak Landsbanki alias bank terbesar di Islandia yang dimiliki pemilik West Ham, Bjorgolfur Gudmundsson, kolaps beberapa bulan lalu.
Untuk mengurangi beban utang perusahaan-perusahaan Gudmundsson, melepas West Ham ke investor lain menjadi sebuah opsi. Konon, dibelinya klub medioker Manchester City dengan harga tinggi oleh sebuah konsorsium asal Abu Dhabi turut mengilhami konglomerat Islandia itu untuk melego West Ham.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sedang me-review aset, melihat berapa nilai klub ini," ujar wakil presiden West Ham, Asger Fridgerisson, kepada AP yang dilansir International Herald Tribun, Rabu (17/12/2008). "Ada sebuah kepentingan besar dalam klub ini, dann banyak pihak menunjukkan ketertarikannya."
"Dari hasil review itu kami akan mengambil keputusan, menjual atau tidak. Kami tidak harus menjual. Ini sebuah proses di mana kami sedang mengumpulkan berbagai opsi dan informasi untuk mengetahui apa-apa saja yang dibutuhkan klub ini."
Tiga bulan lalu West Ham kehilangan sponsor kaos mereka setelah sebuah operator tur besar di Inggris, XL, kolaps. Menghilangnya sponsor tersebutmembuat klub kehilangan pemasukan sekitar lima juta pounds.
(a2s/key)











































