Chelsea, misalnya, musim ini memiliki masalah dengan statistik pertandingan kandangnya. Dari sembilan partai home-nya, hanya tiga kali Nicolas Anelka dkk memetik kemenangan. Uniknya, catatan laga tandang mereka jauh lebih baik, yakni menang 11 kali berturut-turut.
Tim top lain yang kurang bagus rapornya jika bermain di markas sendiri adalah Liverpool. Mereka memang tak kalah dari sembilan laga di Anfield di Premiership musim ini. Hanya saja mereka juga baru bisa menang lima kali, sedangkan empat sisanya dapat ditahan tetamunya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya pikir di Anfield kami lebih tegang (nervous) dari biasanya," ungkap Riera, winger Liverpool yang biasa beroperasi di sisi kiri.
"Kami tentu saja ingin menang. Tapi mungkin karena ekspektasi orang-orang juga begitu, hal tersebut sedikit mempengaruhi kami."
"Mungkin beberapa passing kami jadi kurang teliti. Mungkin juga kami merasa harus bermain lebih cepat dari yang diperlukan," sambung pemain asal Spanyol itu seperti dilansir Goal.
Riera sadar, masalah tersebut harus dibereskan karena bermain kandang tetaplah tambahan kekuatan untuk mencapai hasil maksimal. "Kami, pemain, adalah pihak pertama yang kecewa dengan kondisi itu, dan kami mengerti kenapa suporter juga demikian."
Liverpool akhir pekan ini akan menghadapi salah satu rival Big Four-nya, Arsenal. Akan tetapi Riera dkk tidak akan bermain di kandangnya sendiri melainkan di Emirates Stadium, London.
(a2s/key)










































