Penampilan Arsenal musim ini bisa dibilang naik turun. Mereka bisa menampilkan sepakbola cepat dari kaki ke kaki, tetapi pada akhirnya kalah juga. Mereka bisa menundukkan tim-tim besar, tetapi kemudian harus takluk di tangan tim-tim semenjana.
Imbasnya bisa dilihat: The Gunners tercecer di posisi lima klasemen sementara. Di sana juga bisa terlihat jika pasukan Arsene Wenger ini sudah menelan lima kekalahan. Tak heran jika banyak yang memperkirakan peluang mereka untuk menjadi juara sudah habis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, di balik itu, ada catatan bagus yang dimiliki Arsenal. Cesc Fabregas dkk. tak pernah mengalami kekalahan jika berhadapan dengan anggota Big Four lainnya, yakni Manchester United dan Chelsea. Keduanya sama-sama ditaklukkan penghuni London Utara ini dengan skor 2-1.
Pun demikian dengan Liverpool. Kalau soal penampilan, The Reds memang jauh lebih konsisten dibandingkan Arsenal. Hal ini bisa dilihat dengan duduknya mereka di posisi puncak klasemen sementara. Mereka juga baru menderita satu kekalahan musim ini, yang tersedikit di antara para penghuni Premier League. .
Dua di antara 11 kemenangan Liverpool musim ini juga diraih atas MU dan Chelsea. The Red Devils ditundukkan dengan skor 2-1, sementara The Blues ditekuk dengan skor 1-0.
Andai saja para anggota Big Four memiliki kompetisi tersendiri, bisa dibilang pertemuan antara keduanya merupakan sebuah "partai final". Ya, dua klub yang selalu menang jika bertemu dengan dua anggota "Empat Besar" lainnya ini akan memperoleh gelar "Big Four Sejati" jika sukses meraih kemenangan di Emirates Stadium akhir pekan ini.
Musim kompetisi baru berlangsung separuh jalan, dan catatan di atas bisa membuktikan bahwa sebenarnya keduanya belum bisa dicoret begitu saja. Catatan di atas membuktikan bahwa bukan MU dan Chelsea sebagai yang paling diunggulkan pernah memiliki aib dengan dua rivalnya itu.
(roz/arp)











































