'Kau Akan Dipecat, Sparky'

'Kau Akan Dipecat, Sparky'

- Sepakbola
Senin, 22 Des 2008 11:10 WIB
Kau Akan Dipecat, Sparky
Manchester - Bergelimang uang, Manchester City dengan mudah memperkuat skuad dengan memboyong pemain hebat yang harga transfernya jadi rekor baru Premiership. Tapi faktanya City masih saja tercecer di zona degradasi. Sinyal kalau Mark Hughes selaku manajer harus siap angkat kaki?

Hughes resmi menukangi City pada 4 Juni 2008 lalu untuk menggantikan Sven Goran Eriksson yang dilengserkan pemilik City saat itu, Thaksin Shinawatra.

Hughes yang sebelumnya membesut timnas Wales (1999-2004) dan Blackburn Rovers (2004-2008) dinilai sebagai manajer muda penuh potensi dan bisa membawa City ke tingkat lebih tinggi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akan tetapi, tak lama setelah itu kepemilikan City berpindah ke Abu Dhabi United Group pada 1 September 2008. Pemilik baru nan kaya raya itu pula yang langsung mengucurkan dana untuk memboyong Robinho, pemain Premiership dengan harga transfer terbesar saat ini.

Dengan pemilik baru yang tampak ambisius, masa depan Hughes dipertanyakan. Tanda tanya kian menguat setelah sampai dengan pekan ke-18 Liga Primer 'The Citizens' malah terpuruk di zona degradasi, tepatnya di posisi 18.

Pada partai teranyarnya menghadapi tim terbawah klasemen, West Brom, City juga mendulang hasil mengecewakan saat kalah 1-2. Kian memalukan buat Hughes karena mendapat cela dari fans lawan dalam partai tersebut.

"Kamu akan dipecat besok pagi," seru para fans 'The Baggies' ke arah Sparky -- julukan Hughes -- seperti dikutip Soccernet.

Kekalahan atas West Brom itu juga membuat Hughes cuma mampu membawa City meraih lima poin dalam sembilan laga liga terakhir. Mereka juga belum bisa menang dalam enam partai terakhirnya di semua kompetisi.

Dengan torehan yang sama sekali tak memuaskan itu, bukan tak mungkin kesabaran para pemilik City terhadap Hughes sudah mulai habis. Isu pemecatan bahkan kian santer didengungkan media.

Meski demikian, Hughes sendiri masih mencoba tenang. "Masa depanku sudah dispekulasikan semenjak pemilik baru datang. Jadi ini bukan hal baru."

Pria 45 tahun tersebut dengan tegas juga menyatakan bahwa dia sudah mendapat jaminan untuk terus melanjutkan pekerjaannya sampai dengan melewati bursa transfer musim dingin, di mana dia bisa berbelanja pemain untuk membenahi tim.

Yang dia butuhkan saat ini hanyalah waktu untuk bisa membawa City menanjak lagi. "Waktu adalah sesuatu yang kita semua butuhkan, termasuk diriku, tapi aku tahu kualitas stafku dan kami akan mendapat hasil di masa depan."

Jangan lupa, waktu terus berjalan dengan cepat, Sparky.

(krs/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads