Benitez tidak berangkat ke London untuk memimpin anak buahnya, Minggu (21/12/2008), dan diputuskan beristirahat di rumah di Merseyside setelah menjalani operasi ringan pada ginjalnya awal pekan ini.
Di lapangan, komando teknis dari bench kebanyakan datang dari Sammy Lee, sang asisten pelatih. Meski begitu, diyakini bahwa Benitez tidak memberi kekuasaan penuh pada Lee untuk mengatur Steven Gerrard dkk. Sebagaimana diakui sendiri oleh Lee, pria 48 tahun itu kerap berinstruksi via telepon.
Β
"Tagihan teleponnya pasti akan besar!" kelakar sang asisten. "Dengan teknologi, hal seperti ini takkan jadi masalah. Ini sebuah surat wasiat untuk profesionalitas dia karena dia sedang sakit."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ditanya reaksi Benitez tentang hasil seri tersebut, Lee mengatakan dia merasa senang. Bagaimanapun, menurut Benitez, meraih poin saat menghadapi sebuah tim yang sangat bagus, dan bermain tandang pula, adalah sesuatu yang bagus.
Soal lain yang disoroti adalah Robbie Keane. Setelah tidak dilibatkan dalam beberapa pertandingan terakhir, striker Republik Irlandia itu turun ke lapangan. Ia malah menghasilkan sesuatu yang masih dinanti-nantikan publik The Kop, yakni mencetak gol.
Keane-lah yang mencetak gol balasan buat Liverpool di menit 42, setelah Robin van Persie membawa tuan rumah memimpin di menit 24. Itulah gol ketiga Keane dalam 15 pertandingannya di Premier League, sejak ia ditransfer dari Tottenham Hotspur dengan ongkos angkut 20,3 juta poundsterling.
Gol buatan Keane juga lahir dengan brilian. Ia mengalahkan Johan Djourou dan William Gallas untuk meneruskan umpan jauh Daniel Aggers, sebelum melepaskan tendanga setengah voli yang keras ke jala Manuel Almunia.
Liverpool semestinya bisa menang jika mengacu pada kenyataan bahwa Arsenal bermain dengan 10 orang sejak menit 62. Namun mereka tak berhasil mencetak gol lagi, dan Keane pun tidak mengikuti pertandingan sampai habis.
Dilansir Guardian, Benitez yang menonton partai itu melalui pesawat televisi, menginstruksikan melalui pelatih kiper Xavi Valero supaya Keane ditarik keluar. Penyerang muda keturunan Maroko berpaspor Prancis itu, yang juga belum mendulang gol, disuruhnya buat menggantikan Keane di 10 menit terakhir.
Inikah sebuah pertanda bahwa satu gol tersebut tidak serta merta memupuskan kekecewaan Benitez pada performa Keane?
"Tanyalah semua orang. Gol selalu memberi Anda kepercayaan diri. Tapi saya jujur mengatakan bahwa Robbie Keane tak pernah kekurangan kepercayaan dirinya," komentar Lee tentang pemain yang diisukan akan dilepas pada bursa transfer musim dingin itu.
(a2s/krs)











































