Hal itu diungkapkan pelatih Luiz Felipe Scolari saat menggambarkan sejauh mana kedua striker tersebut bisa lebih sering dimainkan bersama sejak awal.
Anelka sedang menjadi mesin gol utama The Blues karena sudah menghasilkan 14 gol dari 17 penampilannya di Premier League. Adapun Drogba, karena lama dibekap cedera, baru memproduksi dua gol tapi bukan di liga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"(Penduetan mereka) kadang-kadang oke, kadang-kadang tidak. Baru 50-50. Tapi periode ini mulai membaik. Mereka sedang mencoba lebih banyak dari sebelumnya untuk memahami posisi-posisi apa yang saya inginkan dari mereka. Dalam 15 hari terakhir ada peningkatan lebih besar," tutur Scolari.
Anelka konon lebih suka bermain dengan pola 4-4-2 dengan Drogba, tapi Scolari belum memperoleh hasil maksimal dari penjajakan itu dalam latihan. Belum jelas kapan pelatih asal Brasil itu berani men-starter-kan keduanya sekaligus.
"Makin hari mereka makin mengenal permainan masing-masing. Jika formasi berubah saat pertandingan, mereka kian percaya diri untuk melakukannya," tambah Scolari, seperti dikutip dari situs resmi Chelsea.
Yang juga ditegaskan Scolari adalah, menempatkan penyerang lebih banyak bukanlah jaminan sebuah tim bisa menghasilkan gol lebih banyak. Kalau itu terjadi, yang salah pun bukanlah si pemain melainkan pelatih.
"Terkadang Anda bisa menaruh lima pemain di depan tapi bola tidak sampai juga ke mereka. Kalau mereka membuat kesalahan, itu kesalahan saya karena saya-lah yang memberi perintah di lapangan," tukasnya.
(a2s/krs)











































