Dasar pernyataan Wenger tersebut adalah ketidakmampuan Liverpool memenangi laga dengan Arsenal saat The Gunners bermain 10 orang menyusul diusirnya Emmanuel Adebayor. Laga di Emirates Stadium tersebut akhirnya berkesudahan 1-1.
Karena khawatir gawangnya kebobolan lewat serangan balik, Liverpool kemudian memilih bermain aman dalam posisi 1-1, meski punya keunggulan jumlah pemain. Itulah yang kemudian disebut Wenger sebagai takut menjadi juara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah tertinggal lewat gol Robin van Persie, The Reds menyamakan kedudukan melalui Robbie Keane. Peluang membawa hasil maksimal terbuka lebar setelah Adebayor diusir wasit akibat melanggar Arbeola di menit 62.
Namun Liverpool yang unggul dalam jumlah pemain justru lebih banyak ditekan usai keluarnya Adebayor. Inilah yang kemudian menjadi sumber keheranan Wenger.
“Saya tahu satu atau dua pemain mereka menderita kram -- Agger terlihat kelelahan di sana. Kami memiliki beberapa serangan yang mereka anggap berbahaya, mungkin
mereka memutuskan bertahan ketimbang memenangi pertandingan. Pada akhirnya, merekalah yang lebih merasa kecewa karena gagal menang menghadapi 10 orang," pungkas Wenger.
(din/roz)










































