Buruknya prestasi Arsenal sejauh ini memang menjadikan mereka sasaran empuk cercaan media. Sebuah kondisi yang rupanya cukup mengganggu bagi Sagna.
"Arsenal selalu saja diserang. Ketika saya bergabung pertama kali, media memberitakan kami masih terlalu muda dan tak akan mampu mengatasi kepergian Thierry Henry," tutur Sagna dikutip Goal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang Sagna maksud adalah kasus di mana Gallas mengungkapkan konflik terbuka yang terjadi di ruang ganti Arsenal beberapa waktu lalu. Akibatnya, ban kapten dicopot dari lengan bek Prancis itu.
"Itu bukanlah sesuatu yang ingin Anda lihat di koran meski saya tidak terpengaruh dengan berita itu. Kami hanya mencoba untuk berbuat yang terbaik tetapi kami harus menghadapi cedera (Theo) Walcott, (Tomas) Rosicky dan sekarang (Cesc) Fabregas," keluh pemain berposisi bek kanan ini.
Arsenal untuk sementara tercecer dari balapan kencang menuju tangga jawara Liga Inggris. Pasukan London utara itu terdampar di peringkat lima dengan nilai 31, defisit delapan poin di belakang Liverpool. Nyatanya, kondisi ini tak mengurangi optimisme Sagna.
"Ini sangat ketat dan menjadi sangat rumit untuk semua orang. Bahkan mereka yang memimpin pun kesulitan untuk menang dan itu membuktikan perbedaan antara Big Four dengan tim lain kian tipis," yakin Sagna.
(arp/arp)











































