Wenger layak kecewa dengan hasil imbang yang diraih pasukannya saat melawat ke Villa. Sempat unggul dua gol, The Gunners harus puas mendapat tambahan satu poin karena tuan rumah kemudia mencetak dua gol balasan lewat titik putih dan satu gol lainnya di masa injury time, yang membuat laga berkesudahan 2-2.
Yang membuat Wenger semakin emosional engan hasil tersebut adalah terjadinya pembicaraan antara wasit Lee Mason dengan seorang staff Villa saat turun minum. Insiden itulah yang kemudian disebut Wenger berbuntut keputusan wasit memberikan penalti saat William Gallas menekel Gabriel Agbonlahor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Martin O'Neill belakangan mengakui kalau asistennya, John Robertson, memang berbicara dengan wasit. Saat itu Robertson mempertanyakan salah satu keputusan wasit yang tidak memberikan Villa tendangan bebas dalam prosesi terjadinya gol pertama Arsenal oleh Denilson. Namun O'Neill menyanggah saat ditanya soal tuduhan yang dialamatkan Wenger.
"Arsene Wenger punya pendapatnya sendiri. Saya pikir wasit sudah melihatnya di babak pertama dan keputusan yang dia ambil saat terjadi pelanggaran terhadap Gabby Agbonlahor adalah bukan yang terbaik. John Robertson, saya pikir telah berbicara dengan wasit. Dia meminta penjelasan kenapa Gabby tidak mendapat (tendangan bebas). Robertson cuma meminta penjelasan dan itu merupakan hak wasit untuk tidak memberikan jawaban," sanggah O'Neill.
Di samping kecurigaan terhadap wasit, di tubuh Arsenal sendiri Wenger mengaku tak puas dengan performa anak didiknya. Manuel Almunia cs disebutnya kehilangan ketenangan saat sudah dalam posisi unggul dan kemudian diperkecil menjadi 2-1.
"Kami kecewa karena kami sudah dekat dengan kemenangan. Menurut saya titik baliknya adalah saat dalam posisiΒ 2β1 karena setelah itu kami kehilangan sedikit ketenangan dan kami seharusnya bisa mempertahankan bola lebih lama. Kami menjadi gugup jelang berakhirnya laga dan itu berakibat buruk buat kami," pungkas Wenger. (din/din)











































