"Aku selalu membicarakan Scholes. Dia idolaku," tutur O'Hara kepada Daily Mail. "Hanya Scholes dan Guti (pemain Real Madrid asal Spanyol--Red) yang aksinya selalu aku tonton."
"Aku pernah ngobrol singkat dengan dia sebelum pertandingan melawan United. Waktu itu dia baru masuk lapangan di tiga menit terakhir. Aku berpikir 'ya ampun, ini dia... "
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia bilang, teruskanlah permainan baikmu. Senang sekali mendengar hal seperti itu diucapkan oleh seorang pemain kawakan seperti Paul Scholes, dan itu berarti dia tahu siapa aku."
O'Hara menimba ilmu di akademi Arsenal sejak umur sembilan tahun sebelum pindah ke akademi Spurs delapan tahun kemudian. Setelah mencapai level tim pertama, ia dipinjamkan ke Chesterfield dan Millwall berturut-turut di tahun 2006 dan 2007.
Musim lalu ia kembali ke White Hart Lane dan mulai mendapat kepercayaan lebih besar. O'Hara tampil dalam 25 pertandingan Spurs di semua kompetisi, termasuk debut di Eropa, mencetak satu gol, dan untuk pertama kalinya dimasukkan ke timnas Inggris U-21. Di akhir musim ia dinobatkan sebagai pemain muda Spurs terbaik 2007/2008.
Di musim ini O'Hara tetap memperoleh tempat di skuad Harry Redknapp, walaupun tidak selalu menjadi starter. Dari total 24 pertandingan yang telah diikutinya sejauh ini, termasuk sembilan di Premier League, pria setinggi 180 cm itu mendulang empat gol.
"Aku punya target bisa mencetak gol sebanyak dua digit. Aku bermain sebagai gelandang serang dan aku menilai dirinya sebagai seorang pemain yang bisa mencetak banyak gol dan beredar di kotak penalti (lawan)," tukasnya.
Seperti Paul Scholes juga, bukan?
(a2s/a2s)











































