Di awal musim, Keane dan Torres kerap dipasang sebagai duet di lini depan Liverpool, dengan posisi Keane agak lebih mundur ke belakang. Diakui oleh penyerang asal Republik Irlandia itu, inilah sebab mengapa dirinya sulit untuk menghasilkan gol.
Keane ternyata lebih menyukai apabila dirinya dipasang sebagai striker tunggal. Sebagai bukti, dalam dua laga terakhir di mana ia diplot sebagai ujung tombak tunggal, ia sukses mencetak tiga buah gol--satu ke gawang Arsenal, sementara dua lainnya ke jala Bolton Wanderers.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, jangan buru-buru mencap Keane egois. Pasalnya, penyerang berusia 28 tahun ini lebih mengedepankan tim ketimbang ambisi pribadi. Ia mengaku, dirinya siap bermain di posisi manapun yang dibutuhkan oleh The Reds.
"Tetapi, di manapun manajer menginginkan saya bermain, saya akan melakukannya untuk tim. Itu adalah hal terpenting," tukas dia.
(roz/roz)











































