The Reds Menuju Tangga Juara?

The Reds Menuju Tangga Juara?

- Sepakbola
Senin, 29 Des 2008 00:20 WIB
The Reds Menuju Tangga Juara?
Jakarta - Mempertahankan puncak klasemen di akhir tahun menjadi kado tahun baru buat Liverpool. Inikah pertanda The Reds akan merengkuh titel Liga Inggris mereka yang ke-18 pada penghujung musim?

Liverpool pada laga terakhirnya di tahun 2008 ini berhasil mengalahkan Newcastle United dengan skor telak 5-1 di St.James Park, Minggu (28/12/2008). Dengan raihan tiga poin ini, Steven Gerrard dkk masih kokoh di posisi pertama liga Inggris setidaknya sampai tanggal 11 Januari 2009, saat liga Inggris kembali bergulir.

Mereka mengumpulkan 45 poin, unggul tiga angka dari saingan terdekatnya, Chelsea yang pada laga lai ditahan imbang 2-2 oleh tuan rumah Fulham.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ini jelas jadi indikasi positif dalam upaya mereka mengakhiri puasa gelar Liga Inggris yang terakhir di dapat musim 1989-1990. Apalagi The Reds didukung fakta sejarah terkait sukses mereka menjadi "juara akhir tahun" dan kampiun di penghujung musim.

Tercatat 15 kali Liverpool berada di puncak klasemen saat memasuki periode natal dan tahun baru. Dari jumlah tersebut 10 di antaranya berhasil dikonversi menjadi juara di akhir musim.

Rekor inilah yang mendukung armada Anfield itu untuk dapat meraih gelar juara pertama kalinya setelah terakhir mereka rebut pada musim 1989-1990.

Namun Liverpool juga harus waspada sebuah fakta lainnya. Sejak Premiership dimulai pada tahun 1992, hanya ada enam kasus di mana sang juara akhir tahun sukses melanjutkannya dengan menjadi juara kompetisi di akhir musim. Dari jumlah enam itupun cuma tiga tim yang mampu melakukannya yakni Manchester United (1993-1994, 2000-2001 dan 2006-2006), Blackburn Rovers (1994-1995) dan Chelsea (2004-2005,2005-2006).

Liverpool justru punya sejarah buruk lainnya terkait keberhasilan mereka berada di puncak klasemen saat tutup tahun. Pada musim kompetisi 1996-1997, The Kop sukses menjadi juara di akhir tahun, namun performa mereka kemudian merosot dan malah mendapat hasil jeblok lantaran cuma finis di posisi empat.

Catatan terburuk usai menjadi pemuncak klasemen di akhir tahun terjadi pada musim musim 1949-1950. Kala itu di akhir musim, posisi Liverpool merosot tujuh anak tangga hingga akhirnya menutup liga di posisi kedelapan.

Apakah Liverpool berhasil menjadi yang terbaik? Kita tunggu saja di akhir musim nanti. (din/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads