Di penghujung tahun ini, usia Fergie akan menyentuh angka 67. Menjelang hari jadinya, lelaki Skotlandia itu mengakui bahwa suatu hari nanti ia tidak akan lagi bisa bersama MU.
Selama ini MU identik dengan Fergie. Mengasuh MU sejak 1986, Fergie menghadirkan kejayaan bagi MU. Indikatornya adalah empat trofi Eropa, 10 gelar Premier League, lima gelar FA Cup, dua gelar Piala Liga, satu Piala Toyota, dan satu gelar juara dunia antarklub.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas, apa jadinya bila Fergie sudah tidak menangani MU lagi? Fergie menilai MU akan tetap kuat meski tanpanya. Salah satu sebabnya adalah kinerja para stafnya yang merupakan modal eksistensi 'Setan Merah'.
"Kondisi klub ini fantastis dan memiliki staf yang luar biasa. Yang harus selalu Anda ingat adalah kinerja para staf klub yang selalu kontinyu," papar Fergie pada Manchester Evening News. "Beberapa staf saya masih berada di klub ini. Mereka sudah berpengalaman bekerja bersama selama lebih dari 15 tahun."
Walaupun sudah angkat bicara soal masa depan MU tanpanya, Fergie tetap menolak memberikan kepastian kapan tepatnya ia bakal turun dari kursi manajerial. Tak hanya itu, Fergie juga menolak untuk menyebut siapa yang layak menjadi penggantinya.
Selama ini, nama-nama yang dianggap pantas menggantikan Fergie terus beredar dan dibicarakan publik. Beberapa di antara mereka adalah mantan anak-anak asuhnya seperti Keane (eks manajer Sunderland), Paul Ince (mantan arstiek Blackburn Rovers), dan Mark Hughes (pelatih Manchester City).
Sayang, ketiga mantan anak asuh Fergie itu bernasib kurang baik di level kepelatihan. Keane dan Ince baru saja dipecat, sementara Hughes masih harus berjuang menyelamatkan klubnya dari zona degradasi.
(arp/arp)










































