Pekan lalu, saat MU menjuarai turnamen Piala Dunia Antarklub 2008, Berbatov turut serta ke Jepang tapi tidak sekali pun turun ke lapangan. Waktu itu ia mendadak terkena virus yang membuatnya tidak layak main.
"Secara pribadi, itulah pekan terburuk dalam hidupku," tukas Berbatov setelah kembali ke Inggris. "Buruk buatku, tapi akhirnya ini adalah sebuah kesenangan buat tim."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbatov di pertandingan tersebut baru masuk di menit 64, menggantikan John O'Shea. Berkat assist dialah Tevez berhasil mencetak gol kemenangan MU di delapan menit terakhir.
Selasa (30/12/2008) dinihari tadi Berbatov dimainkan sebagai starter, berduet dengan Wayne Rooney, bahkan bermain penuh 90 menit. Kali ini ia tak sebatas membuat assist melainkan mengukir gol tunggal kemenangan MU atas Middlesbrough. Ia menciptakannya di menit 69.
Assist dan gol tersebut semestinya telah menghapus pekan terburuk yang dirasakan Berbatov. Apalagi dua hari lalu ia kembali dinobatkan sebagai pemain Bulgaria terbaik (2008).
Hebatnya, ini adalah kali ketiga berturut-turut pemain berusia 27 tahun itu menyandang predikat terbaik di negaranya, atau total yang kelima, menyamai rekor terbanyak yang sebelumnya dipegang sendirian oleh sosok legendaris Hristo Stoichkov.
"Berbatov itu pemain hebat. Saya pikir dia sungguh luar biasa buat kami. Gol yang ia buat bagus," puji manajer Sir Alex Ferguson tentang aksi terakhir bombernya itu.
Berbatov sejauh ini baru mencetak tiga gol buat MU di Premiership dan empat gol di Liga Champions.
(a2s/a2s)











































