Di KC Stadium, Rabu (31/12/2008) dinihari WIB, pertarungan Hull kontra Villa berlangsung relatif seimbang. Dua menit sebelum bubaran, gol bunuh diri Kamil Zayatte membuat Villa unggul 1-0.
Kontroversi kemudian terjadi di menit terakhir. Wasit Steve Bennett menghadiahi Hull sebuah tendangan penalti ketika ia mengira penyerang Villa, Ashley Young, menepis bola dengan tangannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami memperoleh gol dan kemudian kita mengalami drama di penghujung pertandingan. Wasit luar biasa berani untuk berubah pikiran," tukas manajer Villa Martin O'Neill kepada situs resmi klub.
"Dia sudah memutuskan penalti tetapi Gareth (Barry, kapten Villa) memintanya berkonsultasi dengan hakim garis yang kemudian membatalkannya," lanjut O'Neill.
"Itu sebuah keputusan berani karena dia mengandalkan hakim garis. Kebahagiaan berubah menjadi keputusasaan dan syukurlah, itu berubah lagi menjadi kebahagiaan," katanya.
Kemenangan atas Hull ini membuat posisi The Villans naik satu posisi ke peringkat empat dengan nilai 38. Ashley Young cs melompati Arsenal yang poinnya defisit tiga.
"Kami tidak bermain baik. Kami kehilangan sesuatu setelah dieksploitasi oleh Arsenal. Tetapi itu masih bisa dimengerti," maklum O'Neill.
Foto: Insiden ketika Ashley Young dianggap menyentuh bola dengan tangannya. (AFP/Paul Ellis)
(arp/krs)










































