Belum lama ini, dalam wawancaranya dengan The Sun, Drogba antara lain mengeluhkan perlakuan Chelsea yang dinilai kurang peduli ketika ia mendapat kesusahan hati tatkala neneknya meninggal dunia pada Juni lalu. Padahal pemain berusia 30 tahun itu merasa amat dekat dengan sang nenek dan begitu terpukul dengan kematiannya.
Akan tetapi, keluhan tersebut konon membuat gusar ketua eksekutif Martin Kenyon dan manajer Luiz Felipe Scolari. Mereka tak habis kenapa Drogba merasa tidak diperlakukan semestinya, padahal belakangan klub sampai menyediakan jet pribadi untuk mengantarkan Drogba pulang ke Afrika.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nah, karena keluhan-keluhan tersebut, ditambah bahwa Drogba cenderung kian sering mengisyaratkan ketidakbetahannya berlama-lama lagi di Stamford Bridge, The Sun mengabarkan pula bahwa Chelsea menghukum pemainnya itu dengan menghapus gajinya untuk satu minggu, yang besarnya 100 ribu poundsterling.
Kondisi ini dipastikan menambah kencang spekulasi Drogba akan hengkang paling lama setelah musim ini selesai. Baru-baru ini ia juga dilaporkan mengeluarkan pernyataan bahwa dirinya ingin bermain bersama rekan Afrika-nya, Samuel Eto'o, yang notabene adalah pemain Barcelona.
Situs Goal.com juga membuat sebuah isu bahwa AC Milan sedang mempertimbangkan untuk mengembalikan Andriy Shevchenko ke London dan ingin melanjutkan hubungan bisnisnya dengan Chelsea dengan membawa Drogba ke San Siro -- walaupun soal ini tidak ditemukan konfirmasi dari klub top Italia tersebut.
(din/a2s)











































