Hasil mengecewakan, bahkan bisa disebut memalukan, yang terakhir didapat City adalah di laga babak ketiga Piala FA kemarin. Bertanding di kandang sendiri, Elano Blumer cs dipecundangi klub dari Divisi League One (dua tingkat di bawah Premiership) dengan skor mencolok 0-3.
Itu melanjutkan rangkaian hasil buruk yang diterima City di paruh pertama musim ini. Dari 20 laga yang sudah dijalani di Premiership mereka cuma mendapat enam kemenangan, empat hasil imbang sementara 10 laga lainnya berkesudahan tanpa satupun poin didapat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mark adalah bagian dari pembangunan klub ini, mulai dari (pemilihan) pemain yang dibutuhkan sampai membuat klub ini menjadi tempat yang hebat buat para karyawannya. Apa yang tidak kami lakukan adalah duduk terdiam sambil mengkhawatirkan apa yang akan terjadi jika kondisinya menjadi buruk," ungkap Presiden Eksekutif, Garry Cook, di The Sun.
Entah apa yang membuat petinggi klub memilih mempertahankan Hughes, atau setidaknya belum menunjukkan tanda-tanda akan memecatnya. Padahal performa dia tak bisa dibilang lebih baik Sven Goran Errikson yang dia gantikan musim panas kemarin.
Di sisi lain, fans City juga sudah sangat gerah dengan hasil yang didapat timnya. Sorakan bernada kekecewaan kompak mereka teriakkan jeda babak pertama dan setelah wasit meniupkan peluit panjang tanda laga berakhir.
"Reaksi yang dikeluarkan fans bisa dipahami. Saya bisa memahami rasa frustasi yang mereka rasakan. Standar penampilan kami memang tak bisa diterima. Tapi kami harus memastikan kalau ini tak sering terjadi. Kesalahan individu menjadi penyebab terjadinya gol, tapi performa kamilah yang menyita perhatian saya," sahut Hughes seperti diberitakan Timesonline.
Meski dengan kondisi tersebut, City justru memberi indikasi akan mempertahankan mantan pelatih Wales dan Blackburn Rovers itu. Cook meyakini kalau Hughes masih mampu memberikan apa yang diinginkan City.
"Setelah melewati jendela transfer pertama, saat pengaruh Mark akan membawa efek pada masa depan klub, segalanya (protes dan desakan mundur) akan mulai mereda."
"Rencana yang dibuat Mark dan cara dia menjalankan tim adalah proses pembangunan dan perubahan klub ini. Ada keyakinan kalau kami akan memulai membangun (klub besar). Kami akan membawa pemain yang menginginkan melihat klub ini maju dan fans akan menyukai mereka karena komitmennya pada klub," pungkas Cook.
Seperti kata pepatah, Kota Roma tidak dibangun dalam satu hari. Tapi dengan apa yang terjadi kini, City justru terancam mengalami kemerosotan prestasi, dan bukannya menjelma menjadi salah satu kekuatan baru Premiership.
Dengan dana besar yang dimiliki sang pemilik, Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan, City mudah saja mendapatkan pelatih-pelatih bernama besar untuk bisa membesut klubnya itu. Semoga saja miliarder asal Uni Emirate Arab itu tak harus menunggu hingga akhir musim untuk mengganti Hughes, karena melihat apa yang didapat dalam beberapa pekan terakhir keputusan tersbut bisa jadi sudah akan terlambat. (din/key)











































