Sudah sejak awal musim ini Pavlyuchenko jadi andalan di lini depan Spurs dan kini total sudah mencetak sembilan gol. Striker Rusia itu kembali tampil gemilang saat membantu timnya melangkah ke babak keempat Piala FA usai menundukkan Wigan Athletic dengan 3-1 akhir pekan kemarin.
Soal performanya yang cukup menonjol dalam laga tersebut, Pavlyuchenko ternyata sudah mendapat instruksi khusus dari pelatihnya untuk tidak menjadi Maradona.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Manajer selalu berkata kepada saya agar saya harus segera mendapatkan bola dan mengumpankannya kepada rekan satu tim yang posisinya lebih menguntungkan," tutur striker timnas Rusia ini kepada Sport Express, dikutip dari Goal.
"Saya memang tidak ahli menggocek bola. Saya bukan Maradona. Tugas saya adalah merebut bola, untuk kemudian mengopernya atau menembaknya sendiri," tambah pria kelahiran 1981 itu.
Saat melawan Wigan, Pavlyuchenko menuruti masukan itu. "Saya merasakan pertanda bahwa saya mampu membuat gol dalam laga melawan Wigan. Saya merasa sangat nyaman, dan sangat gembira kala menjalani laga itu," tutupnya.
Hasilnya dari strategi tersebut adalah dua gol yang dilesakkannya ke jala The Latics. Kemenangan yang sekaligus membawa Spurs ke babak keempat FA Cup, di mana lawan berat Manchester United telah menanti. (din/krs)











































