Vidic tak bisa berbahasa Inggris ketika bergabung dengan MU tahun tahun 2006 silam. Sudah begitu, bahasa Inggris Fergie yang jadi manajer juga kental sekali dengan aksen negeri kelahirannya, Skotlandia, sehingga kian sulit dimengerti.
"Pada awalnya saya kesulitan untuk memahaminya dengan baik. Dia sudah ada di sini lebih dari 20 tahun tapi dia memiliki aksen Skotlandia yang kental," tutur Vidic di The Sun, Rabu (7/1/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banyak pemain yang tak mengerti apa yang dia katakan, terutama para pemain asing. Tapi hasil yang kami dapatkan mengonfirmasi bahwa pesan dari dia sudah tersampaikan," lanjut bek asal Serbia tersebut.
Fergie sendiri, imbuh Vidic, sebenarnya juga tak banyak berkata-kata dalam melatih. "Dia membuatnya ringkas dan lugas," tukas mantan pemain Red Star Belgrade dan Spartak Moskow itu.
Vidic awalnya memang tak bisa berbicara bahasa Inggris. Tapi setelah tiga tahun jadi warga Old Trafford dia jelas sudah jauh lebih baik cas-cis-cus berbahasa setempat.
"Sekarang semua lancar-lancar saja ketika saya melakukan wawancara berbahasa Inggris. Lagipula pertanyaannya selalu sama dan Anda cepat belajar untuk berkomunikasi. Kata kuncinya adalah 'tiga poin', 'kemenangan' dan 'trofi'," demikian Vidic.
(krs/din)











































