Sebuah cerita diungkapkan Nemanja Vidic, yang ketika bergabung ke Old Trafford di tahun 2006 ia tak bisa berbahasa Inggris. Walaupun kini sudah mahir, tapi tetap saja dia sering berkernyit-kernyit di dahinya saat mendengarkan sang manajer.
"Aku dulu pernah bermasalah untuk mengerti ucapan dia dengan baik. Dia di sini sudah lebih dari 20 tahun tapi masih saja kental aksen Skotlandia-nya," tutur bek internasional Serbia itu dilansir The Sun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang menarik, walaupun dikenal sebagai motivator ulang bahkan manajer yang "cerewet", tapi Vidic mengatakan bahwa bosnya itu tidak terlalu berpanjang lebar saat memberi "kuliah". Dia tipikal orang yang langsung jelas saat mengutarakan pikiran-pikiran dan kemauannya.
"Sir Alex tidak banyak bicara. Dia selalu ringkas dan to the point," ujar pemain 27 tahun itu. "Kami memainkan banyak pertandingan dan tak ada waktu cukup banyak untuk berbicara lama-lama dan beranalisis."
Vidic, yang belum lama ini dinobatkan sebagai player of the year di negaranya untuk kali ketiga berturut-turut, juga mengisahkan pengalaman dirinya dalam beradaptasi dengan bahasa Inggris. "Awalnya aku mengambil kursus, tapi baru dua atau kali kali aku berhenti."
"Tapi sekarang kalau diwawancara dalam bahasa Inggris, semuanya gampang-gampang saja. Pertanyaan umumnya mirip dan Anda belajar cepat untuk berkomunikasi. Kata kuncinya adalah 'tiga poin', 'menang', dan 'piala-piala'."
(a2s/roz)











































