November silam, Gallas mengungkapkan betapa tidak kondusifnya kamar ganti Arsenal. Selain menyebut ada pemain yang tidak disukai oleh mayoritas pemain, dia juga mengumbar aib soal pertikaian antara Robin van Persie dan Theo Walcott.
Hal itu membuat Gallas kehilangan ban kapten yang kemudian diberikan pada Cesc Fabregas. Tak hanya itu, Gallas juga beberapa kali tidak diturunkan Arsene Wenger bahkan disinyalir bertengkar dengan rekan sesama bek tengah, Kolo Toure.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang dia katakan ada benarnya. Seseorang memang harus mengungkapkan keadaan ini, agar setiap orang sadar akan tanggung jawabnya. Bila Gallas tidak berkata tentang keadaan kami, apa jadinya kita?" kata Adebayor pada ThisisLondon.
Striker berjuluk Sheyi ini pun yakin, bahwa Gallas punya pertimbangan matang saat memutuskan mengumbar masalah internal klub pada publik. Apalagi bek yang sempat diisukan bakal hengkang ke AC Milan itu memang sudah banyak pengalaman di level internasional.
"Dia berpengalaman. Telah memenangi banyak gelar, dan main di final Piala Dunia. Dia tidak mengatakan sesuatu asal-asalan. Dia mengatakan tentang kondisi kami, karena dia merasa perlu untuk melakukan itu," tambah striker Togo itu.
"Dia tidak tergantikan di tim ini. Sikapnya usai tidak lagi menyandang ban kapten membuktikan itu semua," pungkas Adebayor
Kondisi tim yang kondusif mutlak diperlukan Arsenal. Soliditas menjadi modal "Tim Gudang Peluru" untuk tetap berada di persaingan perebutan juara EPL. Saat ini Arsenal terjerembab di posisi lima, tertinggal 10 poin dari pemuncak klasemen Liverpool. Apalagi The Gunners juga masih berkompetisi di Piala FA dan Liga Champions. (din/a2s)










































