Seperti diwartakan sebelumnya, para pemain Chelsea terpaksa dievakuasi dari hotel tempat mereka menginap di Manchester, Minggu (11/1/2009) pukul 7.00 pagi waktu setempat. Gara-garanya, alarm kebakaran berbunyi di tempat itu.
Diyakini oleh petugas pemadam kebakaran, alarm itu berbunyi akibat Maradona yang menginap di hotel yang sama menyalakan sebatang cerutu Havana. Asap dari cerutu pelatih timnas Argentina itu memicu alarm bekerja. Seorang anggota rombongan Maradona juga dipercaya sedang merokok di kamar mereka yang terletak di lantai 14.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maradona sendiri memang menyaksikan partai itu dengan tujuan untuk memantau penyerang MU, Carlos Tevez. Tetapi tujuan pria 48 tahun itu tak tercapai karena tak semenit pun Tevez merumput.
Akibat evakuasi itu, John Terry dkk harus berada di luar hotel di tengah suhu sangat dingin yang memang tengah menyerbu Inggris. Mereka harus menunggu 40 menit sebelum diizinkan masuk lagi ke hotel bernama Radisson Edwardian Hotel itu.
"Saya melihat sebagian besar pemain Chelsea di luar, menggigil. Itu bukanlah persiapan terbaik untuk sebuah pertandingan yang vital," ujar seorang tamu hotel.
Terbukti, Chelsea memang tak tampil maksimal. Kekalahan 0-3 mengirim tim asuhan Luiz Felipe Scolari itu pulang ke London dengan rasa malu yang cukup hebat karena itu adalah kekalahan terburuk The Blues di Old Trafford dalam 15 tahun terakhir.
Scolari dan anak buahnya memang lebih patut menyalahkan diri mereka sendiri yang tak bermain sepakbola dengan cukup bagus. Tetapi bila mau sedikit menghibur diri, barangkali mereka bisa menyalahkan Maradona.
(arp/key)











































