Pompey mengandaskan Bristol untuk melaju ke babak keempat Piala FA berkat sepasang gol dari Peter Crouch di menit 38 dan Niko Kranjcar dua menit menjelang bubaran.
Akan tetapi sebelum bikin gol, Crouch mungkin sudah melakukan sebuah pelanggaran. Tangannya menyentuh si kulit bundar sedikit di luar kotak penalti kendati wasit tak meniup peluit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
"Aku akan pulang dan menendang kucingku. Nama kucingku adalah wasit," semprot Manajer Bristol Gary Johnson di The Sun, Rabu (14/1/2009).
Setelah insiden itu luput dari pengamatan wasit, Crouch lantas bikin gol untuk membuat Pompey unggul 1-0 memasuki jeda turun minum. "Orang-orang dari TV langsung bertanya padaku apa ingin melihat tayangan ulang karena itu benar-benar terlihat seperti handball."
"Tapi aku tak mau menghabiskan babak kedua dengan bersungut-sungut dan marah-marah, dan tak menikmati pertandingan. Cukup berat buat para pemainku, tapi hal seperti ini terjadi. Semua tergantung kepada wasit untuk membuat keputusan-keputusan," lugas Johnson.
Terhadap tuduhan handball sendiri, Crouch tak mengelak kalau tangannya bisa jadi sudah mengenai bola. Tapi dia mengaku kalau itu sama sekali tak disengaja.
"Aku mencoba menghadang tembakan dan mungkin bola sudah mengenai tanganku. Pastinya itu terjadi tak sengaja dan akan kejam sekali kalau (wasit) memberikan tendangan bebas (untuk Bristol)," demikian penyerang jangkung tersebut.
(krs/arp)











































