Sejak diambil alih oleh para pengusaha minyak nan kaya raya dari Uni Emirat Arab, City memang menjelma menjadi sebuah klub yang bergelimang uang. Belanja pemain mahal menjadi semacam 'keharusan' bagi The Citizens.
Di periode transfer kedua ini, sudah lebih dari 40 nama pemain dihubungkan dengan City. Mulai dari Kaka hingga David Villa, meski kenyataannya baru bek cadangan Chelsea, Wayne Bridge, yang berhasil mereka gaet.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua orang tahu bahwa Manchester City punya banyak uang. Jadi jika seorang pemain ingin kliennya dapat kontrak baru, dia bilang bahwa City ingin membeli pemainnya. Itu berarti banyak uang tersedia di meja karena City bisa menawari gaji lebih baik," kata agen itu dikutip Telegraph.
"Atau jika sebuah klub di Italia ingin menjual pemain ke klub lain, mereka bilang ke media bahwa City tertarik. Tim-tim lain jadi tahu mereka harus beraksi," imbuhnya.
"Banyak pemain yang dihubungkan dengan City bahkan belum pernah mereka lihat atau bicarakan sama sekali. City berguna karena mereka membuat klub-klub lain beraksi," papar agen itu lagi.
Fenomena seperti ini sebenarnya bukan hal baru. "Selalu ada tim yang menderita seperti ini. Dulu Milan dan Juventus, lalu Inter yang punya banyak uang untuk dibelanjakan. Kemudian Barcelona, Real Madrid, Bayern Munich. Ketika Chelsea di bawah Roman Abramovich mulai belanja, semua pemain di Italia dihubungkan," tukas dia.
"Persepsi di Eropa adalah Premier League penuh dengan uang. Itu kurang benar sekarang karena poundsterling melemah dan euro menguat. Tetapi semua orang tahu di mana uang berada dan tak ada yang lebih kaya dari Manchester City," pungkas agen tersebut.
(arp/krs)











































