Bukan karena jumlah bayaran atau lantaran ada tawaran dari klub lain yang membuat Rafa menampik tawaran kontrak baru yang diajukan Tom Hicks and George Gillet. Pelatih berkebangsaan Spanyol itu hanya ingin dia diberi kewenangan penuh terhadap kebijakan transfer timnya.
Dalam wawancaranya dengan suratkabat lokal The Liverpool Echo, Rafa mengaku sangat menyesal harus menolak penawaran tersebut. Namun jawaban Presiden Ekseutif Rick Parry terkait kebijakan transfer The Kop yang belum cukup memuaskannya memaksanya melakukan penolakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βSatu-satunya orang yang bisa memutuskan nilai seorang pemain dalam skuadnya adalah sang manajer karena manajer tahu elemen seperti apa yang dibutuhkan tim,β sambung Rafa.
Hubungan Rafa dengan dua petinggi asal Amerika Serikat itu selama ini memang mengalami grafik yang fluktuatif. Namun Rafa sendiri mengakui kalau kini relasi mereka sudah berada dalam tahap yang lebih baik.
Dengan Liverpool masih duduk di posisi teratas klasemen, Rafa punya posisi tawar yang bagus untuk bisa memenuhi keinginannya. Buktinya petinggi Liverpool menjanjikan akan mencari solusi terkait masalah tersebut dan memastikan kalau mantan arsitek Valencia itu masih akan berada di Anfield hingga lima tahun ke depan.
"Saya akan berbicara dengan Rafa untuk mencari jalan keluar dari masalah ini dan saya tak khawatir dengan hal itu,β ungkap Hicks percaya diri. "Rafa akan menjadi pelatih kami untuk lima tahun ke depan.β
Meski belummampu memberi Liverpool gelar juara Premiership, Rafa terhitung sukses menukangi salah satu klub tersukses di Inggris itu. Setelah memberi gelar Liga Champions di tahun perdananya, total sudah empat tropi di sumbangkan ke lemari piala The Kop.
(din/din)











































