Bernafas Lebih Lega, Scolari?

Bernafas Lebih Lega, Scolari?

- Sepakbola
Minggu, 18 Jan 2009 11:00 WIB
Bernafas Lebih Lega, Scolari?
Jakarta - Bahagia luar biasa. Itu yang dirasakan Luiz Felipe Scolari usai Chelsea menekuk Stoke City 2-1. Bukan hanya pergantian pemainnya terbukti jitu sehingga 'Si Biru' menang lewat dua gol telat --sesuatu yang dia akui jarang terjadi-- tapi untuk sejenak itu niscaya membuat tekanan kepadanya sedikit berkurang.

Scolari tengah dalam tekanan akibat sejumlah hasil kurang memuaskan yang diraih Chelsea belakangan. Ditambah dengan desas-desus mulai retaknya hubungan sang manajer Brasil dengan para pemainnya sendiri, masa depan Scolari pun mulai dipertanyakan.

Dalam pertandingan melawan Stoke City, Sabtu (17/1/2009), boleh jadi Scolari kian "gerah". Bagaimana tidak, Chelsea yang tampil luar biasa dominan masih tertinggal 0-1 sampai menit 88. Mungkin saja pemecatan sudah mulai membayang di benaknya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akan tetapi, Scolari terbukti bukan manajer kacangan. Dia cukup jeli melakukan pergantian pemain, yang pada prosesnya terbukti membuahkan hasil positif.

Juliano Belletti yang masuk di menit 78 untuk menggantikan Jose Bosingwa berhasil menyamakan kedudukan sepuluh menit usai bermain. Franco Di Santo yang diturunkan pada menit 61 untuk mengisi posisi Florent Malouda juga berperan karena dari tandukannya-lah gol penyama kedudukan itu bermula.

Gol kemenangan yang dibuat Frank Lampard di injury time pun tak lepas dari sumbang peran Miroslav Stoch, gelandang serang muda Slowakia yang menggantikan John Obi Mikel pada menit 83. Kehadiran Stoch memberi tekanan tambahan buat lini belakang Stoke sehingga Lampard sukses melesakkan bola.

Chelsea unjuk gigi kalau mereka punya mentalitas cukup tangguh untuk terus berupaya mengejar ketinggalan, bahkan akhirnya berhasil menang berkat signifikansi para pemain pengganti.

"Saat ini saya tak ingat benar, tapi saya pikir ini kali pertama kami bikin gol di menit-menit akhir. Kami (sebaliknya) banyak kebobolan gol semacam ini," aku Scolari di situs Chelsea.

"Saya punya satu hal penting lainnya hari ini. Di Santo adalah pemain muda yang masuk ke lapangan dan membantu kami. Miroslav Stoch adalah pemain muda yang turun dan membantu kami. Begitulah Chelsea saat ini," imbuh Felipao.

Selain mereguk tiga angka penting, kemenangan sekaligus menghindarkan Chelsea, yang sempat punya rekor panjang tak terkalahkan di Stamford Bridge, dari kekalahan kandang ketiganya di Liga Primer musim ini. Ditambah dengan potensi ancaman pemecatan, tak heran kalau gol kemenangan disambut luar biasa.

Usai Lampard bikin gol, para pemain langsung berselebrasi dengan sang manajer di tepi lapangan. "Kejadian itu terjadi karena semua pemain dan para staf ada di sana dan kami tengah berbahagia. Saya paham mereka senang dengan hasil ini dan saya juga lebih bahagia dari yang mereka kira," demikian Scolari.

Dampak dari kemenangan, Scolari kini (setidaknya) bisa bernafas lega karena tekanan boleh jadi tak lagi semenghimpit sebelumnya. Yang pasti, dia sudah kembali optimistis.

"Itu sama seperti partai lain karena kami bikin banyak peluang dan malah kebobolan. Tapi setelah ini tim saya akan punya semangat, punya hati, mereka akan berusaha mengimbangi dan menang," lugas dia.

(krs/krs)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads