Houdini sempat memenuhi ekspektasi Spurs ketika memenangi laga pertamanya melawan Bolton, lalu menahan Arsenal 4-4, kemudian menekuk Liverpool 2-1 di White Hart Lane. Namun sejak itu performa Luka Modric dkk fluktuatif.
Celakanya, statistik Spurs belakangan memburuk. Dari enam laga terakhirnya di liga, The Lilywhites tak pernah menuai kemenangan. Total, dari 13 partai Premiership di era Redknapp, pasukan London utara baru menang lima kali. Angka itu sama dengan jumlah kekalahan mereka, sedangkan sisanya, empat kali, berakhir seri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Imbas dari polesan tangan Redknapp yang belum terlalu ampuh itu adalah Spurs masih beredar di papan bawah klasemen sementara. Koleksi 21 angka membuat mereka bergabung dengan empat tim lain di poin degradasi.
Apa pembelaan Redknapp tentang performa timnya yang belum naik-naik ini? Kecuali menyesalkan peluang besar yang dibuang Darren Bent di menit-menit terakhir duel melawan Portsmouth, ia tidak misuh-misuh.
"Saya tetap memandang positif. Portsmouth main bagus sekali, tapi kami menunjukkan karakter yang luar biasa. Kalau kami terus bermain seperti ini, takkan ada masalah. Kami punya kemampuan memenangi pertandingan,"tuturnya.
Tentang Bent, striker pengganti Roman Pavlyuvhenko yang ditarik keluar karena cedera ituΒ melakukan sundulan yang amat buruk. Berdiri tak terjaga, persis di mulut gawang kiper David James, tandukannya pada bola silang David Bentley melebar.
"Bagaimana mungkin dia gagal? Dia seharusnya bikin gol," keluh Redknapp yang punya julukan 'Houdini' itu. "Tak ada peluang menang yang lebih baik dari yang dimiliki dia. David James sekalipun sudah menyerah."
Jika di liga Spurs memang belum berkembang, tapi mereka cukup bagus di kompetisi turnamen domestik. Redknapp sudah menembus babak keempat Piala FA dan berpeluang besar lolos ke final Piala Carling. Agenda terdekat mereka adalah leg kedua semifinal Piala Liga melawan Burnley, setelah menang 4-1 di laga pertama.
(a2s/krs)











































