Pencarian MU akan sponsor baru memang harus dilakukan karena kesepakatan mereka dengan AIG akan berakhir di penghujung musim 2009/2010. Perpanjangan kontrak dengan perusahaan keuangan asal Amerika Serikat itu sepertinya tak akan terjadi lantaran AIG terkena imbas krisis ekonomi global dan bahkan mendapat suntikan dana sebesar US$ 85 miliar dari pemerintah AS pada September lalu.
Dalam rangka mencari sponsor baru itulah The Red Devils kemudian mengirim surat ke "beberapa perusahaan besar dunia" untuk membuka peluang memasang nama mereka di kostum MU. Demikian diungkapkan juru bicara "Setan Merah" seperti diberitakan Bloomberg.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami menerima sebuah proposal yang sangat terperinci dari Manchester United, dan kami mempertimbangkan penawaran tersebut," ungkap jurubicara Sahara, Abhijit Sarkar.
Selain AIG, yang kontrak tahunannya dengan MU bernilai 19 juta poundsterling, klub pengumpul 17 gelar juara Liga Inggris juga mengikat kerjasama dengan produsen jam asal Swiss, Hublot, pabrik ban Korea Selatan, Kumho Tire Co. serta Saudi Telecom. Kesepakatan dengan perusahaan-perusahaan inilah yang membuat Sir Alex Ferguson kerap mengunjungi Asia dalam beberapa tahun terakhir.
Mengingat India merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia, MU jelas melihat kesepakatan dengan Sahara menjadi batu pijakan untuk semakin meluaskan sayap mereka ke negara Asia Selatan itu.
"Jika Anda melihat pasar di mana kami ingin mengembangkan sepakbola sebagai olahraga adalah Asia. Asia merupakan pasar kunci buat kami. Banyak rekan komersial (MU) memiliki operasi yang besar di sana," papar Presiden Eksekutif MU, David Gill, dalam sebuah wawancara beberapa hari lalu.
(din/roz)











































