Mari menengok ke belakang, saat Robinho masih menjadi pemain Santos. Seperti dicatat The Independent, tahun 2005 Robinho menolak bermain di dua pertandingan Santos dalam rentang 14 hari.
Kala itu Robinho sedang ngebet hijrah ke Real Madrid. Namun Santos enggan menurunkan banderol harga 35 juta poundsterling (Rp 546 miliar) yang mereka minta kepada Los Merengues.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memakai cara ngambek sebagai upaya memuluskan pergantian klub kembali dilakukan Robinho di Madrid awal musim ini. Melihat Chelsea sudah siap menguncinya dengan transfer sebesar 35 juta pounds, pemain 24 tahun itu menolak menghadiri konferensi pers Madrid dan menarik diri dari tim yang siap melawat ke kandang Valencia di ajang Copa del Rey.
Robinho kemudian malah membuat jumpa pers sendiri dan mengeluhkan tentang pelanggaran janji yang dilakukan Madrid.
Pada akhirnya, bukan Chelsea yang berhasil menggaet Robinho, tetapi Manchester City. The Citizens memperoleh jasa pemilik 58 caps timnas Brasil itu dengan kucuran dana 32 juta pounds.
Peristiwa minggat kembali terulang hanya beberapa jam setelah City gagal mendapatkan rekan baik Robinho di timnas Brasil, Kaka. Robinho menghilang dari kamp latihan City yang digelar di Tenerife, Spanyol.
Selama proses negosiasi City dengan AC Milan, Robinho sering mengompori Kaka agar pindah. Maka minggatnya Robinho pun langsung dikaitkan dengan kegagalan menggaet Kaka tersebut.
Robinho sudah membantah bahwa kepergiannya yang tanpa izin adalah karena Kaka batal datang. Tetapi semua orang yang hafal perilaku Robinho tentu tahu ada apa sebenarnya di balik acara minggatnya.
Foto: Robinho dan manajer Manchester City Mark Hughes. (AFP/Paul Ellis)
(arp/krs)











































