Dalam pertandingan yang berjalan di Stadion Turf Moor, kandang Burnley, Kamis (22/1/2009) dinihari WIB, Spurs turun bertanding dengan satu kaki sudah memijak final. Pasalnya mereka sudah mengantongi kemenangan 4-1 di laga perdana.
Namun, siapa menyangka bila Burnley bisa mengejar ketertinggalan mereka di leg pertama. Tim arahan Owen Coyle ini berhasil unggul 3-0 dalam 90 menit waktu normal, menyebabkan agregat kedua tim menjadi sama kuat 4-4. Pertandingan pun terpaksa dilanjutkan ke babak extra time.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasukan Harry Redknapp itu pun berhak maju ke laga final untuk mempertahankan titel juara mereka setelah unggul agregat 6-4. Di partai puncak, mereka akan berhadapan dengan Manchester United yang sehari sebelumnya menundukkan Derby County 4-2.
Jalannya pertandingan
Ketika pertandingan baru berjalan enam menit, Benoit Assou-Ekotto nyaris menciptakan go bunuh diri. Backpass-nya adri jarak 30 yard memantul tanah dan nyaris menghujam gawang Tottenham sendiri andai saja Ben Alnwick tak buru-buru menepis bola.
Dua menit berselang Jermain Defoe langsung melancarkan serangan balasan. Tendangan datarnya dari jarak jauh mengarah tepat ke gawang Burnley, namun kiper Brian Jensen berhasil menghalaunya dan bola pun berbelok arah. Tak ada gol, hanya menghasilkan sepak pojok.
Burnley akhirnya memimpin 1-0 kala laga memasuki menit 33. Berawal dari pelanggaran yang dilakukan Jonathan Woodgate, wasit pun memberikan hadiah tendangan bebas untuk tim tuan rumah. Robbie Blake yang menjadi eksekutornya tak menyia-nyiakan kesempatan ini. Sepakannya berhasil menembus pagar betis dan menghujam gawang Alnwick.
Pertandingan babak pertama pun berakhir dengan kedudukan 1-0. Burnley masih memerlukan dua gol lagi untuk menyamakan agregat dengan Spurs.
Pada menit 48, Tottenham nyaris menyamakan kedudukan melalui kaki Luka Modric. Usai menerima operan dari Defoe, gelandang muda Kroasia itu kemudian melepaskan sebuah tendangan. Sial baginya, bola masih melambung di atas mistar gawang.
Defoe kembali mengancam pertahanan Burnley pada menit 67. Bola operan Clark Carlisle kepada Jensen nyaris jatuh di kakinya, andai saja Jensen tak buru-buru keluar dari gawang dan menghalau bola jauh dari striker internasional Inggris itu.
Blake benar-benar menjadi mimpi buruk pertahanan Tottenham dalam laga ini. Pada menit 73, ia berhasil mencegacoh beberapa bek tim tamu sebelum melepaskan sebuah sepakan datar ke arah gawang. Bola kemudian disambar oleh Chris McCann dan Burnley pun unggul 2-0. Mereka hanya butuh satu gol lagi untuk menyamakan agregat.
Burnley akhirnya benar-benar menyamakan agregat menjadi 4-4 setelah mereka mencetak gol ketiga mereka di menit 88 melalui Jay Rodriguez. Lagi-lagi gol tersebut diawali oleh usaha Blake. Kali ini tendangan bebasnya gagal dihalau dengan sempurna oleh Alnwick dan bola pun langsung disambar oleh Rodriguez untuk mengubah skor menjadi 3-0.
Pada babak perpanjangan waktu, Roman Pavlyuchenko dan Defoe tampil sebagai pahlawan Spurs. Dua buah gol yang mereka ciptakan, masing-masing di menit 118 dan 120 mengubah kedudukan menjadi 3-2 dan membuat Spurs lolos ke final dengan agregat 6-4.
Gol Pavlyuchenko tercipta setelah Assou-Ekotto melakukan kerjasama dengan gareth Bale. Nama terakhir kemudian langsung memberikan umpan kepada penyerang asal Rusia itu, dan bola pun diceploskan dengan tenang ke gawang Jensen.
Sementara gol Defoe tercipta setelah mantan penyerang Portsmouth ini memperdaya Graham Alexander dan melepaskan tendangan datar ke arah gawang.
Susunan pemain:
Burnley: Brian Jensen, Graham Alexander, Stephen Jordan (Christian Kalvenes 39), Clarke Carlisle, Michael Duff, Wade Elliott, Joey Karl Gudjonsson (Jay Rodriguez 81), Chris Eagles, Chris McCann, Robbie Blake, Martin Paterson.
Tottenham Hotspur: Ben Alnwick, Jonathan Woodgate, Michael Dawson, Benoit Assou-Ekotto, Chris Gunter (Adel Taarabt 95), David Bentley, Didier Zokora, Tom Huddlestone, Jamie O'Hara (Gareth Bale 62), Luka Modric (Roman Pavlyuchenko 65), Jermain Defoe.
(roz/din)











































