Burnley Nyaris Jadi Pembunuh Raksasa (Lagi)

Burnley Nyaris Jadi Pembunuh Raksasa (Lagi)

- Sepakbola
Kamis, 22 Jan 2009 11:38 WIB
Burnley Nyaris Jadi Pembunuh Raksasa (Lagi)
Burnley - Burnley gagal melangkah ke final Piala Carling meski sukses menundukkan Tottenham Hotspur 3-2 di semifinal leg kedua. The Clarets pun gagal menjadi pembunuh raksasa lagi.

Sebelum laga leg kedua di kandang mereka sendiri, Stadion Turf Moor, manajer Burnley Owen Coyle menyebut peluang kubunya lolos ke final adalah seperti mendaki Gunung Everest. Wajar karena di laga pertama, Burnley tunduk 1-4.

Tetapi Coyle juga berjanji akan membuat Turf Moor berguncang. Janji yang sukses ditepati oleh anak-anak asuhnya dengan sebuah penampilan yang luar biasa selama nyaris 120 menit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Burnley bermain kesetanan dan unggul 1-0 setelah Robbie Blake melesakkan bola ke gawang Spurs di babak pertama. Di babak kedua, dua gol dari Chris McCann dan Jay Rodriguez semakin menenggelamkan Spurs dan membuat The Clarets menang 3-0.

Di Piala Carling dan Piala FA, sistem gol tandang tidak dikenal. Karenanya, laga itu pun harus diselesaikan melalui perpanjangan waktu 2x15 menit.

Di sinilah bencana untuk Burnley terjadi. Kala pertandingan memasuki 2,5 menit terakhirnya, Spurs sukses melesakkan dua gol melalui Roman Pavlyuchenko dan Jermain Defoe. Remuklah hati Coyle dan 11 prajuritnya yang pemberani.

Episode 120 menit di Turf Moor itu nyaris jadi kali kesekian Burnley membuat kejutan di Piala Carling musim ini. Sebelumnya, klub penghuni Championship Division ini sudah menumbangkan tiga klub Premier League yang kastanya lebih tinggi.

Petualangan Burnley yang bak cerita negeri dongeng itu dimulai di babak ketiga saat mereka sukses menyingkirkan Fulham 1-0. Chelsea yang menghadang di babak keempat juga sukses disingkirkan melalui adu penalti. Langkah sensasional berlanjut dengan menumbangkan Arsenal 2-0 di babak kelima.

Keajaiban Burnley tampaknya akan redup ketika di semifinal pertama mereka kalah 1-4 dari Spurs. Namun performa mereka yang luar biasa menunjukkan bahwa pertandingan baru selesai setelah wasit meniupkan peluit tanda bubaran. Meski akhirnya gagal menjadi pembunuh raksasa lagi, semua orang tentu akan menaruh hormat terhadap kerja keras Chris Eagles dkk.

"Tak ada seorang pun, kecuali dari ruang ganti kami, yang bersedia memberi kami kesempatan. Kami 2,5 menit dari sana (final). Tetapi itulah selisih kami pada akhirnya," ujar Coyle menanggapi pertandingan seperti dikutip Daily Mail.

"Kami kecewa, tetapi para pemain harus sangat bangga terhadap penampilan mereka. Jika Anda menganalisis dua pertandingan itu, kami mungkin masih lebih baik. Ini menyakitkan bagi para pemain," pungkas Coyle.

Foto: Gol ketiga Burnley dicetak oleh Jay Rodriguez di menit 88. (AFP/Andrew Yates)

(arp/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads