Bermain sebagai tim tamu, Minggu (25/1/2009), Arsenal bahkan sempat didominasi lawannya di awal-awal pertandingan. Beruntung buat mereka, Cardiff menyia-nyiakan cukup banyak peluang yang dimilikinya.
Cardiff, finalis tahun lalu, kehilangan kesempatan membuka skor ketika sundulan Ross McCormack dari jarak dekat melebar. Tembakan Jay Bothroyd dari luar kotak penalti juga melesat melewati mistar gawang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu, sebuah kesalahan Bakary Sagna semestinya bisa dijadikan sasaran empuk buat Parry untuk menjajal kiper Lukasz Fabianski. Namun sepakannya melambung.
Arsenal tidak dalam permainan yang bagus untuk mencari celah menembus barisan pertahanan Cardiff. Salah satu pemain yang tak berkembang adalah Aaron Ramsey, sehingga ia digantikan Abou Diaby di pertengahan babak kedua.
The Gunners, dengan lima perubahan dari tim yang mengalahkan Hull City akhir pekan lalu, jarang membahayakan lini belakang tim lawan. Salah satu dari sedikit itu adalah kerja sama Robin van Persie dengan Samir Nasri yang tidak membuahkan hasil berarti, setelah tendangan Nasri diredam kiper Peter Enckelman.
Peluang terbaik dimiliki Niclas Bendtner di penghujung babak pertama, tapi sundulannya melambung. Sebelumnya sebuah tembakan striker muda Denmark itu juga dapat diblok pemain lawan.
Van Persie mencoba peruntungannya melalui tendangan bebas yang melebar, sementara McCormack memaksa Fabiansi beraksi untuk menahan tembakan jarak jauhnya di menit-menit awal babak kedua.
Arsenal semestinya bisa mencetak gol ketika Emmanuel Adebayor, yang menggantikan Emmanuel Eboue, mendapatkan bola di tiang jauh, tapi dia melakukan sepakan yang buruk. Nasri juga mengetes lagi Enckelman, tapi gagal mengalahkan kiper asal Finlandia itu.
Sampai pertandingan berakhir kedua tim tidak mampu menghasilkan gol, sehingga mereka harus bertarung sekali lagi, dengan Arsenal akan menjadi tuan rumah.
(a2s/roz)











































