Kompetisi di Inggris dikenal memiliki jadwal yang padat. Ketika kompetisi lain sudah memulai libur Natal, tim-tim di Inggris masih dibebani kewajiban untuk menjalani Boxing Day, pada tanggal 26 Desember. Musim ini lebih bersahabat karena di akhir tahun tidak ada jadwal pertandingan. Namun, hal itu masih memicu protes, salah satunya dari Ferguson.
"Para manajer selalu menyuarakan pendapatnya soal libur musim dingin. Kami berusaha untuk itu," ujar Fergie pada Manchester Evening News.
"Menurut pengalaman saya selama ini, pemain mengawali cederanya akibat bermain di bulan Januari. Ketika Anda tetap memaksa bermain di bulan Januari, maka Anda akan merasakan akibatnya di bulan Maret. Cedera yang Anda alami akan parah," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fergie mencontohkan, di bulan Maret musim lalu MU kehilangan lima pemainnya akibat cedera. Ia menilai anak-anak asuhnya cedera karena kurang istirahat.
Pria Skotlandia ini kemudian memberikan solusi agar meniru kompetisi di Jerman, yang memulai winter break paling awal dan mengakhirinya paling terakhir dibandingkan dengan negara-negara Eropa lainnya.
"Optimalkan laga di bulan Desember, kemudian istirahat dan mulai lagi di akhir bulan," kata pelatih berusia 67 tahun ini. "Jerman selalu tampil baik di Piala Dunia. Itu pasti ada hubungannya dengan kesegaran dan kebugaran pemain."
Dalam 20 tahun terakhir Jerman tak pernah absen dari turnamen besar. Hasilnya, skuad Der Panzer mememangi dua trofi juara (Piala Dunia 1990 dan Piala Eropa 1996), tiga kali runner up (Piala Eropa 1992, Piala Dunia 2002, Piala Eropa 2008), dan juga satu perunggu (Piala Dunia 2006).
Sedang Inggris, mereka bahkan dua kali gagal lolos ke turnamen besar yaitu Piala Dunia 1994 dan Piala Eropa 2008. Prestasi tertinggi The Three Lions "hanya" semifinalis (Piala Eropa 1996).
(a2s/roz)











































