Gonjang-ganjing seputar masa depan Keane muncul setelah manajer Liverpool Rafa Benitez tidak memainkannya di pertandingan melawan Everton di Piala FA. Jangankan tampil sebagai starter, jadi cadangan pun tidak. Benitez malah memilih membawa penyerang muda David N'Gog.
Ketidaktajaman Keane adalah pangkal masalahnya. Dibeli mahal dengan harga 20 juta poundsterling dari Tottenham Hotspur awal musim ini, Keane baru mencetak gol di pertandingan ke-11-nya. Hingga kini, koleksinya mandeg di angka lima.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bila nantinya benar-benar dijual, Keane akan mengekor sejumlah nama penyerang Liverpool yang punya reputasi tinggi tetapi tak mampu membuktikan diri. Penyerang semacam itu, di mata Benitez, layak untuk ditendang.
Owen dan Crouch adalah dua contoh tentang bagaimana cara Benitez memperlakukan penyerang yang tumpul. Owen dilego ke Real Madrid di awal kepemimpinannya di Anfield. Sementara Crouch adalah penyerang terakhir yang dilepas pria Spanyol itu di awal musim ini.
Menyebut 'korban-korban' lain, masih ada nama El Hadji Diouf. Penyerang tajam berkebangsaan Senegal yang dua kali menyabet gelar Pemain Terbaik Afrika itu dilepas setelah dirasa sudah habis. Selain itu, masih ada nama seperti Djibril Cisse, Fernando Morientes dan Craig Bellamy.
Tetapi Benitez tampaknya masih enggan melepas Keane cepat-cepat. Disinyalir The Independent, lelaki 48 tahun itu masih memerlukan jasa Keane sebagai serep Fernando Torres yang sering dirundung cedera.
Selain itu, yang lebih penting bagi Benitez adalah menyelamatkan reputasi pribadinya. Pasalnya, tak ada transfer musim panas Benitez yang bersinar musim ini. Selain Keane, Andrea Dossena dan Philipp Degen adalah kegagalan. Yang agak mending barangkali hanya N'Gog dan Albert Riera.
(arp/roz)










































