Rentetan hasil imbang Liverpool bermula ketika mereka ditahan imbang Stoke City pada 10 januari silam. Hasil tersebut membuat pasukan Rafael Benitez ini pun berusaha meningkatkan performanya pada dua laga berikutnya.
Namun, apa boleh buat, mereka kembali hanya meraih hasil seri. Berhadapan dengan Everton dan Wigan Athletic mereka hanya bermain imbang 1-1. Akibatnya, posisi mereka melorot ke peringkat tiga klasemen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika ketika melawan Everton mereka lengah mengantisipasi set piece sehingga Tim Cahill bebas menanduk bola, maka ketika melawan Wigan mereka kebobolan melalui tendangan penalti Mido. Memang, gol Mido itu tak lepas dari keteledoran Lucas yang mengganjal Jason Koumas di kotak penalti.
Catatan lainnya, Wigan dan Everton juga telah menjelma menjadi "kuda hitam" musim ini. Performa mereka musim ini tengah meningkat pesat. Lihat saja posisi mereka kini berada di papan atas klasemen, yakni di urutan enam dan tujuh klasemen.
"Kami memiliki banyak pemain yang kreatif di lapangan dan telah melakukan yang terbaik. Semua orang memberikan kemampuan 100 % melawan Wigan, tetapi terkadang itu tak cukup," ujar Yossi Benayoun di situs resmi klub.
Kini, lawan yang lebih berat dari Everton dan Wigan bakal dihadapi Liverpool akhir pekan nanti, Chelsea. Jika 'Si Merah' meraih dua hasil imbang dalam dua pekan terakhir, maka 'Si Biru' justru meraih kemenangan, yakni 2-1 atas Stoke City dan 2-0 atas Middlesbough.
Dalam dua kemenangan itu, gol-gol pasukan Luiz Felipe Scolari semuanya lahir di babak kedua. Sekadar mengingatkan juga, dua gol melawan Stoke bahkan lahir di beberapa menit akhir pertandingan, waktu di mana Liverpool kebobolan di dua pertandingan terakhir. Sudah jelas usaha The Reds kini harus dipertebal.
Namun, merujuk kepada komentar Benayoun, jika memberikan perjuangan 100 % persen saja belum cukup, maka mungkinkah Liverpool cuma tinggal butuh keberuntungan. Bisa jadi, ya.
(roz/key)










































