Kala itu, Scolari mengatakan bahwa para wasit tak pernah memberikan tendangan penalti kepada Chelsea, padahal ia merasa timnya layak untuk mendapatkannya.
"Saya menunggu 23 laga untuk melihat, dan mungkin sudah ada lima kesempatan untuk mereka memberikan hadiah penalti kepada kami. Tapi kami tak pernah mendapatkannya." Ucapan tersebut terlontar sebelum Chelsea bertanding melawan Liverpool di Stadion Anfield hari Minggu kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Scolari bersikeras bahwa Lampard tak seharusnya dikartu-merah. Malahan ia berpendapat, yang melakukan pelanggaran justru adalah Alonso--kedua pemain memang berbenturan dalam posisi perebutan bola fifty-fifty.
"Itu adalah pelanggaran Alonso, bukan Lampard, jadi saya tak bisa mengerti keputusannya. Jika hal ini tak bisa diputar, maka Lampard akan absen tiga pertandingan oleh sesuatu kesalahan yang sebenarnya tidak benar," kata Scolari seperti dilansir Daily Mail.
Bermain dengan 10 orang, Chelsea semakin tak bisa meladeni permainan Liverpool yang memang sejak awal sudah tampil dominan. Mereka pun kebobolan dua gol di penhujung laga lewat Fernando Torres dan kalah.
Kekalahan tersebut, dikatakan Scolari, membuat kesempatan timnya untuk meraih titel juara semakin kecil, dan ini adalah sebuah dampak besar dari dikeluarkannya Lampard pada menit 59 itu.
"Hal itu telah mengubah pertandingan satu juta persen, karena mereka jadi lebih memenangi penguasaan bola dan menciptakan lebih banyak peluang. Saya bisa menerima apabila Bosingwa yang dikartu-merah, bukan Lampard."
"Apapun yang terjadi, kami tak bisa mengubah hasil itu dan efeknya terhadap peluang kami menjadi juara. Kami akan tetap berjuang sampai akhir, tapi jaraknya semakin jauh untuk kami saat ini."
(roz/din)











































