Rusia tampil mengejutkan di Piala Eropa 2008, terutama kala 'Beruang Merah' berhasil menerkam Belanda di perempatfinal. Meski akhirnya dikalahkan Spanyol, yang lantas jadi juara, di semifinal, capaian Rusia jelas di luar dugaan banyak pihak.
Dalam lajunya tersebut, Rusia patut berterima kasih lebih besar kepada duo Pavlyuchenko dan Arshavin. Mereka jadi inspirator Rusia di lapangan sekaligus penjebol gawang lawan nan mematikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasca turnamen akbar se-Eropa itu, wajar kalau kemudian dua pemain tersebut jadi incaran banyak klub. Pavlyuchenko akhirnya menyeberang ke Spurs pada musim panas, disusul kemudian Arshavin yang diboyong Arsenal pada bursa transfer musim dingin ini.
Kedua pemain tersebut kini bisa saja dipertemukan lagi di White Hart Lane, dalam dua kubu berlawanan, seiring dengan duel Spurs kontra Arsenal, Minggu (8/2/2009).
Melihat kecenderungan di lima partai terakhir Spurs, di mana Pavlyuchenko tak pernah absen, sangat mungkin penyerang berusia 27 tahun itu kembali diandalkan di lini depan. Nah, bagaimana dengan Arshavin di Arsenal?
"Aku mungkin akan siap hari Jumat atau Sabtu, tapi saat ini aku belum bugar. Apakah aku akan bermain atau tidak bakal diputuskan oleh Arsene (Wenger)," terang Arshavin di Sky Sports, Rabu (4/2/2009).
Yang pasti, figur Arshavin sendiri sangat dinilai tinggi oleh Wenger. Alhasil jika kondisi memungkinkan, tak mungkin dia sengaja disimpan-simpan dan mungkin akan langsung memainkan debutnya. Maka masih bolehlah kita berharap Derby dua klub London Utara ini akan diramaikan dengan duel duo Rusia.
Β
Β (krs/a2s)











































