Ambisi itu dikatakan Robinho sudah dimiliki sejak lama, termasuk ketika iaΒ bergabung Real Madrid. Namun faktanya tetap saja ia meninggalkan klub raksasa dari Spanyol itu.
"Aku tak pernah berpikir bahwa di Real Madrid aku bisa meraih tujuanku menjadi pemain terbaik dunia. Begitu pula untuk jadi top skorer. Jadi, hal terbaik adalah pergi dari sana," ungkap Robinho dalam www.fobazo.com yang dilansir Sportinglife.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Itulah yang kemudian menjaga ambisi pemain berusia 25 tahun tersebut, bahwa menjadi pemain terbaik dunia tetaplah sebuah keniscayaan.
"Waktu akuΒ meninggalkan Santos dan bergabung dengan Madrid, aku diyakinkan bahwa aku akan menjadi pemain terbaik dunia. Sekarang aku di City dan aku memikirkan hal yang sama. Aku pikir aku bisa mewujudkan mimpiku itu di Manchester sini," tukasnya.
Robinho belum lama ini mengundang kontroversi ketika tanpa sepengetahuan klub pergi dari pemusatan latihan tim di Tenerife, Spanyol. Sebagian kalangan menilai, kelakuannya itu sebagai bentuk dari rasa frustasi pada prestasi medioker The Citizens.
(a2s/krs)











































