Siapa Berani Latih Chelsea?

Siapa Berani Latih Chelsea?

- Sepakbola
Selasa, 10 Feb 2009 11:37 WIB
Siapa Berani Latih Chelsea?
Jakarta - Memberikan banyak gelar, Jose Mourinho harus menerima diberhentikan. Sementara Avram Grant dicopot setelah mengantar ke final Liga Champions. Setelah waktu singkat yang dimiliki Big Phil, siapa berani latih The Blues?

Lihatlah Jose Mourinho. Dia bisa dibilang menjadi pelatih tersukses yang pernah duduk di bench Chelsea dengan total enam gelar diberikan dalam kurun tiga tahun masa kepemimpinannya di Stamford Bridge.

Meski pondasi permainan Chelsea disebut-sebut merupakan hasil kerja Claudio Ranieri, namun The Special One-lah yang menyudahi puasa gelar juara Liga Inggris The Blues yang sudah bertahan 50 tahun. Gelar yang menjadi awal dari datangnya tropi-tropi bergengsi lain dan menempelnya status sebagai klub papan atas Eropa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun keinginan Mourinho untuk memberi lebih banyak gelar ternyata cuma dibatasi tiga musim. Di bulan September 2007, Chelsea dan Mourihno memutuskan untuk memutus kerjasama. "Si Biru" memang menelan beberapa hasil tak memuaskan dalam beberapa pekan sebelumnya, namun isu lain yang berkembang adalah seputar campur tangan sang bos besar terhadap kebijakan pembelian pemain (Michael Ballack dan Andrei Shevchenko) dan hal-hal lain yang sesungguhnya merupakan hak preogratif sang manajer.

Lalu datanglah Avram Grant dari antah berantah. Meski jam terbangnya maih sangat minim, pelatih Israel itu terbukti mampu menahkodai kapal mewah bernama Chelsea.

Banyak yang menuding Grant cuma beruntung, yang jelas dia akan tercatat dalam sejarah sebagai pelatih yang pertama membawa Chelsea ke final Liga Champions. Kalau dia kemudian gagal jadi juara, hanya ketidakberuntungan John Terry saat mengeksekusi penalti ke gwang Edwin van Der Sar yang menjadi penyebabnya.

Hanya tiga hari setelah kegagalan di Moscow, Grant menerima surat pemecatan, setelah menolak tawaran untuk kembali menjadi direktur sepakbola. Mantan pelatih Maccabi Haifa dan timnas Israel itu dianggap tak punya style dan disebut membuat permainan Chelsea menjadi begitu membosankan, salah satu alasan yang membuat sang taipan minyak asal Rusia menurunkan Grant.

Fans Chelsea mungkin tak pernah punya keyakinan yang begitu besar saat Luiz Felipe Scolari didatangkan dari timnas Portugal. Pria berjuluk Big Phil itu adalah pelatih berlevel Piala Dunia setelah mengantar Brasil jadi kampiun di tahun 2002, sukses besar juga dia berikan pada Portugal di Piala Dunia 2006 serta Piala Eropa 2004 dan 2008.

Sayangnya pelatih Brasil ini kembali cuma diberi waktu yang sangat singkat. Abramovich lagi-lagi tidak sabar untuk melihat timnya berprestasi, saat Chelsea tertinggal tujuh poin (berpotensi menjadi 10 poin) atas MU di posisi puncak, surat pemecatan langsung dia layangkan. Big Phil cuma diberi waktu tujuh bulan.

Soal pecat-memecat, Abramovich jelas punya wewenang penuh karena dialah pemilik Chelsea. Tapi urusan mencetak prestasi, dia harusnya tahu kalau hal itu tidak bisa dilakukan dengan cara instant.

Tapi pengusaha 42 tahun itu mungkin terbiasa mendapatkan apa yang diinginkan dengan cepat melalui gelontoran uangnya. Hal mana sempat dia lakukan saat pertama membangun Chelsea: membeli banyak pemain bintang dengan harga gila-gilaan dengan melupakan sistem pembinaan pemain muda yang justru sedang gencar dikampanyekan UEFA dan FIFA.

Uang banyak yang dimiliki Chelsea memang jadi daya tarik buat manajer untuk bekerja di sana. Namun dengan sifat tidak sabar sang bos besar, pelatih yang dilamar "Si Biru" pastinya akan pikir-pikir menerima pinangan yang datang lantaran ancaman pemecatan yang bisa datang sangat tiba-tiba.

Jadi, siapa mau latih Chelsea? (din/arp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads