Kedua sosok di atas adalah figur beken dari Belanda. Mereka pernah melatih timnas negaranya dan timnas Korea Selatan, berprestasi dalam sejarah mereka sebagai pelatih, dan kini sama-sama bekerja di Rusia. Advocaat menukangi Zenit St Petersburg, Hiddink membesut timnas Rusia.
Meski begitu mereka kerap dikabarkan memiliki perbedaan dalam banyak hal. Dan itu berimbas pada hubungan interpersonal mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mendapat kritikan semacam itu Hiddink menanggapinya dengan dingin. "Dia juga pernah jadi pelatih timnas. Dia semestinya tahu, situasi ini selalu soal menerima dan memberi. Anda tak pernah bisa semaunya sendiri. Anda harus selalu mencari sebuah kompromi."
Ia malah heran dengan keberatan Advocaat karena Belek, kota tempat Sergey Semak dkk berlatih di Turki, tidak terlalu jauh dari tempat latihan beberapa klub top Rusia termasuk Zenit. Dari satu tempat ke tempat lain bisa ditempuh paling lama setengah jam.
Hiddink juga mengatakan perihal hubungannya dengan Advocaat. "Kami tak merasa harus berteman. Tapi betul sih, kami jarang ngobrol. Minggu lalu saya meng-SMS dia, menjelaskan semuanya. Saya tidak berbicara pada dia karena dia tidak suka ngobrol banyak di telepon."
Yang menarik, Advocaat secara mengejutkan mengunjungi skuad Rusia di hari terakhir pelatihan mereka di Belek, Turki. Dia menunggu Hiddink selesai dalam sesinya, lalu mereka berjabatan tangan dan bersikap manis satu sama lain bahkan bercanda, disaksikan belasan wartawan televisi dan juru foto.
"Bukan masalah lagi, kami bisa kok ngobrol," tukas Advocaat kepada Reuters. "Kami tetap memiliki beberapa perbedaaan karena di (Hiddink) berkepentingan pada tim nasional dan saya harus mengurus klub saya."
"Bukan masalah besar buatku kalau dia mengambil enam pemain saya untuk tiga hari. Tapi, tentu saja, saya lebih memilih menjaga mereka di klub."
Ketika ditanya apakah dia akan mendoakan kesuksesan Hiddink yang baru ditunjuk sebagai manajer Chelsea, Advocaat memberi jawaban yang "setengah hati". "Tidak. Saya akan bilang, semoga penerbangan ke London dia menyenangkan," cetus pria 61 tahun itu.
(a2s/krs)











































